Connect with us

Berita

Ratusan WNI Korban Online Scam Berhasil Dipulangkan dari Myanmar, Ada Wanita Hamil

569 WNI yang jadi korban penipuan online di Myawaddy, Myanmar, berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam dua tahap.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 19t142524.185
569 WNI korban online scam berhasil dipulangkan dari Myanmar | Gambar: Dok. Kementerian Luar Negeri RI

MPN Indonesia 19 Maret 2025 - Sebanyak 569 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan online (online scam) di Myawaddy, Myanmar, berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam dua tahap.

Pemulangan ini dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok dan Yangon, serta Hubinter Polri.

Pemulangan Bertahap dari Myawaddy ke Indonesia

Berdasarkan informasi di laman resmi Kementerian Luar Negeri, proses pemulangan berlangsung dalam dua gelombang.

Gelombang pertama melibatkan 400 WNI yang berhasil diselamatkan dari Myawaddy pada Senin (17/3).

Mereka dipindahkan melalui jalur darat menuju Kota Maesot, Thailand, dengan menyeberangi 2nd Friendship Bridge.

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Bandara Don Mueang, Bangkok, menggunakan sembilan bus selama sembilan jam.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses National Referral Mechanism, para WNI diterbangkan ke Indonesia dengan pesawat charter.

Sebanyak 169 WNI lainnya dipulangkan pada Selasa (18/3) melalui rute serupa.

Mereka melakukan perjalanan darat selama 10 jam dari Myawaddy ke Maesot, sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Don Mueang, Bangkok.

Para WNI ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu pagi (19/3).

Ada Perempuan Hamil yang jadi Korban

Dari total 400 WNI yang dipulangkan di gelombang pertama, 313 merupakan laki-laki dan 87 perempuan. Di antara mereka, lima perempuan dalam kondisi hamil.

Seluruhnya tiba dalam keadaan sehat setelah melewati pemeriksaan medis di Thailand sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Para korban berasal dari 21 provinsi di Indonesia, dengan jumlah terbanyak dari Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Pakar Sebut Amnesti Hasto sebagai Kemunduran dalam Melawan Korupsi

Setelah tiba di Indonesia, mereka ditempatkan di Asrama Haji Pondok Gede untuk menjalani wawancara, rehabilitasi, dan konseling sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Dukungan dan Koordinasi Antar Negara

Proses pemindahan dan pemulangan WNI dari Myawaddy melibatkan koordinasi intensif antara pemerintah Indonesia, Thailand, dan Myanmar.

Tim Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, KBRI di Bangkok dan Yangon, serta Hubinter Polri mengawal proses identifikasi, evakuasi, dan pemulangan para korban dari Myanmar hingga tiba di Indonesia.

Selain Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand Rachmat Budiman yang memimpin langsung pemulangan, beberapa pejabat tinggi Indonesia turut hadir dalam proses ini, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending