Connect with us

Berita

Setelah 93 Tahun, Sepatu BATA Resmi Stop Produksi di Indonesia

BATA resmi menghentikan seluruh kegiatan produksi sepatu di Indonesia setelah 93 tahun beroperasi sebagai produsen sepatu di dalam negeri.

Logompn

Published

on

Setelah 93 tahun, sepatu bata resmi stop produksi di indonesia
Setelah 93 Tahun, Sepatu BATA Resmi Stop Produksi di Indonesia | Gambar: Instagram/@malioboromall

MPN Indonesia 18 Oktober 2025 - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) resmi menghentikan seluruh kegiatan produksi sepatu di Indonesia setelah 93 tahun beroperasi sebagai produsen sepatu di dalam negeri.

Keputusan ini ditandai dengan penutupan pabrik milik perusahaan yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, sejak 4 Mei 2025.

Langkah ini juga diikuti dengan perubahan Anggaran Dasar perusahaan serta penghapusan kode KBLI Nomor 15201 yang terkait dengan industri alas kaki.

Penghentian produksi ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025, yang menyetujui penghapusan kegiatan usaha industri alas kaki dari Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Director & Corporate Secretary BATA, Hatta Tutuko, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tidak adanya rencana untuk melanjutkan kembali kegiatan produksi.

“Mengingat tidak adanya rencana untuk melanjutkan kembali kegiatan produksi di Perseroan, Direksi memandang perlu untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perseroan dengan model operasional yang berlaku saat ini,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari keterbukaan informasi pada Rabu (15/10).

Transisi Bisnis BATA

Setelah penghentian produksi, PT Sepatu Bata mengalihkan kegiatan produksi kepada pemasok lokal di Indonesia.

Perusahaan menegaskan bahwa kerja sama dengan pemasok dilakukan tanpa perjanjian eksklusif dan dijalankan secara profesional melalui mekanisme purchase order dengan prosedur standar serta syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

“Untuk menjamin standar kualitas yang konsisten, Perseroan menugaskan tim quality assurance (QA) untuk melakukan pengawasan dan memastikan bahwa seluruh produk yang diterima telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan,” kata Hatta.

Strategi baru perusahaan kini difokuskan pada optimalisasi gerai ritel berbasis kinerja, termasuk renovasi toko untuk meningkatkan pengalaman pelanggan serta menarik lebih banyak pengunjung.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan dan menjual koleksi produk eksklusif bernilai tambah, serta memperkuat kehadiran di saluran daring melalui kemitraan dengan platform e-commerce pihak ketiga.

BATA PHK 233 Karyawan

Penutupan pabrik BATA di Purwakarta pada 2024 berdampak pada pemutusan hubungan kerja terhadap 233 karyawan.

Namun, pihak manajemen menyatakan bahwa proses tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan dan disepakati bersama serikat pekerja.

Seiring restrukturisasi bisnis, RUPSLB juga menyetujui perubahan struktur manajemen dengan pengangkatan Shaibal Sinha sebagai Presiden Komisaris menggantikan Rajeev Gopalakrishnan yang mengundurkan diri sejak 25 Juni 2025.

Amitav Nandy diangkat sebagai Presiden Direktur, didampingi oleh empat direktur lain, Ian Duncan McNab Cowe, Hatta Tutuko, Ahmad Danial, dan Prima Andhika Irawati.

Sedangkan susunan Dewan Komisaris terdiri dari Presiden Komisaris, Shaibal Sinha dan Komisaris Independen, Agus Nurudin.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Continue Reading

Trending