Viral
Sebanyak 17 Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta Kurang Gizi
Dinas Kesehatan Yogyakarta menemukan 17 anak di daycare Little Aresha kurang gizi dan beberapa didiagnosis mengalami gangguan perkembangan.
MPN Indonesia 5 Mei 2026 - Berdasarkan hasil asesmen Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sebanyak 17 anak di daycare Little Aresha Yogyakarta terindikasi mengalami kurang gizi.
Polisi mengungkap adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang, penurunan berat badan, serta luka-luka pada sejumlah anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan bahwa dari total 131 anak, termasuk alumni yang pernah dititipkan di daycare Little Aresha, sebanyak 125 anak telah diperiksa kondisi gizinya.
“Dari jumlah anak yang sudah diperiksa, ada 17 anak terindikasi mengalami kurang gizi dan 13 anak yang didiagnosis mengalami gangguan perkembangan seperti ADHD, autisme, hingga speech delay (keterlambatan bicara),” ujarnya, Senin (4/5)
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan orang tua yang mengeluhkan perubahan kondisi anak setelah dititipkan di daycare tersebut.
Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta Inspektur Dua Apri Sawitri menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan saksi dan hasil asesmen medis, ditemukan adanya penurunan berat badan serta dugaan luka pada tubuh anak.
“Dari proses BAP, para orang tua melaporkan turunnya berat badan anak hingga temuan bekas luka di tubuh,” kata Sawitri, Senin (4/5).
Proses Pemulihan dan Penanganan
Emma menjelaskan bahwa proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Ya panjang, kan itu tidak terus saiki (sekarang) kayak misalnya wong loro diare entuk obat mari (orang sakit diare dapat obat sembuh). Ini nanti kita lihat perkembangannya bagaimana,” kata Emma saat dihubungi Kompascom, dikutip MPN Indonesia pada Senin (5/5).
Ia menegaskan bahwa evaluasi awal diperkirakan membutuhkan waktu paling tidak 6 bulan.
“Psikolognya nanti bisa merencanakan terapinya. Apakah nanti terapinya bagaimana, apakah butuh waktu paling tidak 6 bulan, nanti kita evaluasi lagi,” kata dia.
Ia juga menyebut bahwa durasi dan metode terapi berbeda pada setiap anak, tergantung tingkat keparahan gangguan perkembangan yang dialami.
“Beda-beda, tergantung terapinya apa dan tingkat keparahan gangguan perkembangannya sampai di mana,” jelasnya.
Untuk penanganan gangguan gizi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyiapkan pendampingan melalui Puskesmas yang ditunjuk orang tua korban.
Tim tersebut terdiri dari dokter, bidan, nutrisionis, dan psikolog yang akan melakukan tindak lanjut setelah asesmen awal.
Pendampingan juga mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang terindikasi kurang gizi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
