Entertainment
Makin Dewasa Semakin Sulit Cari Pasangan? Pakar Sosiolog UGM: Semakin Dewasa Kita Makin Selektif
Cari pasangan saat dewasa ternyata lebih sulit. Pakar UGM ungkap alasan di balik tren blind date yang makin digemari generasi muda.
MPN Indonesia 8 Agustus 2025 - Fenomena kesulitan mencari pasangan di usia dewasa bukan sekadar persoalan nasib atau kurang beruntung.
Menurut Odam Asdi Artosa, Dosen Sosiologi di Universitas Gadjah Mada (UGM), tantangan tersebut merupakan bagian dari proses sosial yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat modern.
“Dalam sosiologi, ada kecenderungan bahwa semakin dewasa seseorang, justru semakin sulit mencari pasangan,” ujar Odam dalam keterangan tertulis yang diterima MPN Indonesia, Jumat (8/8).
Semakin Dewasa, Semakin Selektif Memilih Pasangan
Kesulitan mencari pasangan tidak selalu berarti “tidak laku” atau tidak ada peluang.
Odam menjelaskan, semakin dewasa seseorang, semakin besar pula pertimbangan rasional dalam memilih pasangan, mulai dari status sosial, ekonomi, hingga kecocokan nilai hidup.
“Bagi sebagian orang, standar dan ekspektasi semakin tinggi seiring bertambahnya pengalaman hidup,” tuturnya.
Selain itu, ruang sosial untuk bertemu pasangan seperti kampus atau komunitas juga semakin terbatas, terutama setelah individu memasuki dunia kerja yang lebih individualistis.
Kondisi ini disebut sebagai paradoks kedewasaan, saat seseorang dianggap sudah matang secara emosional dan finansial, justru tantangan membentuk relasi intim semakin kompleks.
Ada beban baru berupa kekhawatiran terhadap kegagalan, ekspektasi tinggi, dan keinginan akan hubungan yang ‘sempurna’.
Blind Date Experience jadi Strategi yang Adaptif
Odam menilai bahwa cara bertemu pasangan juga mengalami perubahan.
Jika dulu perkenalan sering dimediasi oleh keluarga atau lingkungan sosial, kini mediasi pihak ketiga seperti event organizer atau aplikasi kencan menjadi hal yang lumrah.
“Blind Date Experience mencerminkan perubahan dalam cara masyarakat membentuk relasi intim di tengah modernitas dan kehidupan sosial yang serba cepat,” jelas Odam.
Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk strategi adaptif anak muda untuk menghadapi ketidakpastian dalam transisi hidup.
Merujuk pada teori kepemudaan dari Wyn dan White (1997), Odam menjelaskan bahwa kehidupan pemuda saat ini tidak lagi linier.
Mereka bisa saja kembali bersekolah setelah lulus, memilih menikah lebih cepat, atau mengambil jalan yang berbeda dari norma lama.
“Ketika jalur hidup tidak lagi mengikuti pola lama, pilihan personal, termasuk membangun hubungan percintaan, sangat dipengaruhi oleh konteks sosial yang lebih luas,” ungkapnya.
Acara seperti Blind Date Experience menjadi ruang efisien untuk mempertemukan individu tanpa harus membangun jaringan relasi sosial konvensional yang memakan waktu.
Pandangan Lain soal Sulitnya Mencari Pasangan di Usia Dewasa
Fenomena ini juga didukung oleh Influencer Beauty dan Relationship, Sherly Xu yang menjadi pembawa acara Blind Date Experience by Rumor.
Ia menyatakan bahwa semakin dewasa, proses mencari pasangan tidak semudah dulu.
“Kalau cuma masalah nyari pacar doang mah gampang, pasti ada yang mau. Masalahnya sekarang kita udah enggak mau sama siapa aja,” ucap Sherly.
Menurutnya, pertimbangan seperti bibit, bebet, dan bobot menjadi krusial dan membuat proses pencarian jodoh semakin kompleks.
Blind Date Experience by Rumor Experience
Program Blind Date Experience diselenggarakan oleh Rumor Media melalui platform Rumor Experience.
Acara ini berlangsung di Jakarta pada 16 Agustus 2025 mendatang, dan ditujukan untuk pria dan wanita berusia maksimal 35 tahun.
Irfan Rizaldi selaku penyelenggara menyebutkan bahwa program ini bertujuan menjadi jalan alternatif bagi mereka yang ingin mencari pasangan secara lebih terbuka dan berkesan.
“Kami tahu, setiap orang punya caranya sendiri dalam mencari cinta. Tapi melalui Blind Date Experience by Rumor, kami berharap bisa menjadi salah satu jalan kecil yang mungkin mengantar seseorang bertemu dengan takdir terbaiknya,” tuturnya, Kamis (31/7).
Pendaftaran dibuka melalui tautan resmi Rumor Media. Peserta yang lolos seleksi akan dikenakan biaya sebesar Rp500.000 dan akan dihubungi langsung oleh tim acara.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
