Connect with us

Selebriti

Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Ibunda Minta Keadilan setelah 2 Tahun Bungkam

Kasus jatuhnya adik Keisya Levronka dari lantai enam kampus kembali mencuat setelah dua tahun tanpa kejelasan.

Logompn

Published

on

Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Ibunda Minta Keadilan setelah 2 Tahun Bungkam
Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Ibunda Minta Keadilan setelah 2 Tahun Bungkam | Gambar: Instagram/@levihavron

MPN Indonesia 2 Februari 2026 - Kasus jatuhnya adik Keisya Levronka dari lantai enam gedung kampus kembali mencuat ke publik setelah sang ibunda meminta keadilan usai dua tahun menunggu tanpa kepastian.

Peristiwa ini melibatkan Lexi Valleno Havlenda, adik kandung Keisya Levronka, yang mengalami kecelakaan serius saat mengikuti kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus Universitas di Jakarta Barat, pada April 2023.

Kasus tersebut kembali disorot setelah sang ibunda, Levi Leonita Davies, mengungkapkan kronologi dan keluhan melalui media sosial pada akhir Januari 2026.

Vallen jatuh dari lantai enam gedung kampus ketika mengikuti latihan caving atau susur gua yang diselenggarakan organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala).

Kejadian ini terjadi hampir dua tahun lalu, namun, menurut pihak keluarga, belum ada penyelesaian yang jelas dari pihak kampus maupun organisasi terkait.

Levi menyebut keluarga telah berupaya melakukan komunikasi dan menunggu itikad baik, tetapi belum menemukan titik temu.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah Levi mengunggah pernyataan melalui akun Instagram pribadinya @levihavron pada Jumat (30/1).

Unggahan tersebut memuat keluhan terkait lambannya penanganan serta sulitnya komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Dalam pernyataannya, Levi menjelaskan alasan keluarga akhirnya menyampaikan persoalan tersebut ke ruang publik setelah dua tahun memilih diam.

“Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” tulis Levi, dikutip MPN Indonesia pada Senin (2/2).

Kronologi Kejadian Jatuhnya Vallen

Berdasarkan tulisan Levi, peristiwa tersebut terjadi pada April 2023 di area salah satu kampus di Jakarta.

Baca Juga:  Ayahanda Virzha Meninggal Dunia di Usia 69 Tahun

Saat itu, Vallen mengikuti latihan caving yang merupakan bagian dari kegiatan organisasi pecinta alam mahasiswa.

Kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan kampus dengan penggunaan peralatan pengaman.

Levi menjelaskan kecelakaan terjadi ketika pengait pengaman yang digunakan Vallen terlepas, sehingga menyebabkan korban terjatuh dari lantai enam gedung kampus. 

“Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” jelas Levi.

Selain menyoroti penyebab jatuhnya Vallen, Levi juga mengungkapkan penanganan awal pascakejadian yang dinilainya tidak sesuai dengan prosedur medis darurat.

Ia menyebut Vallen tidak dievakuasi menggunakan ambulans, melainkan dibawa menggunakan kendaraan umum berupa taksi daring.

“Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” ungkap Levi.

Levi mempertanyakan alasan tidak digunakannya ambulans, mengingat waktu tunggu kendaraan umum dinilai tidak berbeda jauh dengan pemanggilan ambulans.

Kondisi Vallen Pascajatuh

Akibat jatuh dari ketinggian lantai enam, Vallen mengalami cedera serius dan harus menjalani perawatan jangka panjang.

Levi merinci kondisi putranya melalui unggahan Instagram Story pada Sabtu (31/1). Hingga saat ini, Vallen masih menjalani proses pemulihan.

Cedera yang dialami Vallen meliputi tulang ekor yang remuk hingga harus dipasang pen, trauma pada ginjal yang sempat bergeser dan tidak berfungsi, paru-paru yang terendam cairan darah, serta sobekan pada hati.

Kondisi tersebut membuat Vallen harus menjalani perawatan intensif dalam waktu lama.

“Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat. Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya,” tulis Levi.

Baca Juga:  Tak Sakit Hati Ayus Menikah dengan Nissa Sabyan, Ririe Fairus Akui Sudah Buka Hati Lagi

Levi juga menyampaikan bahwa meskipun peristiwa tersebut telah berlalu hampir dua tahun, dampak cedera masih dirasakan hingga kini dan memengaruhi aktivitas sehari-hari Vallen.

Sudah Mediasi dengan Kampus

Setelah menyampaikan keluhan secara terbuka melalui media sosial, Levi menyebut adanya respons dari pihak terkait.

Dalam unggahan Instagram Story, Levi mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan pihak kampus dan organisasi terkait, meski belum ada kesepakatan yang dicapai.

“Sudah ada respons baik dan terima kasih itikat baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material and imaterial yang sudah dikeluarkan. Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa and support-nya,” tulis Levi.

(ELG/NID/RAD)

Trending