Connect with us

Selebriti

Agama Dikta Apa? Blak-Blakan ke Praz Teguh soal Hobinya saat Masih Anak-Anak

Dikta mengungkap kegemarannya mengaji sejak kecil dan mengaku sudah khatam Al-Quran sebelum kelas 6 SD. Ia juga bicara soal tato dan musik.

Logompn

Published

on

Agama Dikta Apa Blak Blakan ke Praz Teguh soal Hobinya saat Masih Anak Anak
Agama Dikta Apa Blak-Blakan ke Praz Teguh soal Hobinya saat Masih Anak-Anak. Gambar: YouTube/HAS Creative

MPN Indonesia 19 Agustus 2026 - Penyanyi Pradikta Wicaksono atau Dikta ungkap kebiasaan saat masih anak-anak ke Praz Teguh di kanal YouTube HAS Creative pada Senin (11/3).

Pada perbincangan itu, ia menceritakan kegemarannya mengaji, pencapaiannya khatam Al-Quran sebelum kelas 6 SD, serta alasan awal menyukai kegiatan tersebut.

“Gua dulu suka banget ngaji,” kata Dikta, dikutip MPN Indonesia dari YouTube HAS Creative pada Rabu (19/8).

Pradikta Wicaksono Ungkap Kegemaran Mengaji Sejak Kecil

Percakapan bermula ketika Praz Teguh ungkap, bahwa Pradikta Wicaksono telah khatam Al-Quran sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Kalian tahu, kalau Dikta ini sudah khatam Al-Quran kelas 6 SD,” kata Praz Teguh.

Pernyataan itu kemudian diluruskan oleh Dikta.

Ia mengatakan, pencapaian tersebut terjadi sebelum dirinya masuk kelas 6 SD.

Dikta jelaskan ketertarikannya muncul karena cara guru mengajinya melantunkan ayat-ayat Al-Quran.

Praz Teguh memastikan, alasan kegemaran Dikta karena pahala atau bukan.

“Dulu belum tahu pahalanya,” ujar Dikta.

Dikta Bicara Soal Tato dan Penilaian Orang

Obrolan beralih pada pembahasan mengenai tato dan pandangan masyarakat terhadap orang yang memiliki tato.

Pada kesempatan itu, Dikta menilai banyak orang memberikan penilaian tanpa mengetahui latar belakang seseorang.

“Apalagi, coba? Nggak mungkin karena ‘passion gw di sini’, enggak mungkin. Gua pengen liat diri gua keren aja gitu,” ungkap Dikta.

Dikta Sempat Dilarang Bermusik

Dikta juga ceritakan pengalaman ketika ingin menekuni dunia musik.

Ia mengatakan, sempat dapat larangan dari orang tuanya, terutama sang ayah, untuk terjun ke industri musik.

Baca Juga:  Febby Rastanty Resmi Dilamar Drajad Djumantara, Siap Menjadi Calon Ibu Bhayangkari

“Waktu itu, kan, hukumannya uang jajan. Jadi, nurut gua akhirnya,” jelasnya.

Menurut Dikta, larangan tersebut muncul karena trauma yang dialami mendiang ayahnya, Dicky Sulaksono sebagai musisi era 70-an.

Trauma itu berkaitan dengan berbagai persoalan yang pernah terjadi di industri musik pada masa tersebut.

Perjalanan kariernya dimulai ketika bergabung dengan grup musik Yovie & Nuno yang mengalami perubahan formasi pada 2007 dan memutuskan keluar dari grup pada 2022.

(ELG/NID/RAD)

Trending