Connect with us

Selebriti

Begini Pesan Melly Goeslaw soal Kontroversi Lagu Band Sukatani

Melly Goeslaw menanggapi kontroversi lagu “Bayar Bayar Bayar” dari band Sukatani. Ia menilai lagu ini sebagai bentuk kritik yang perlu disikapi bijaksana.

Pexels photo

Published

on

Begini Pesan Melly Goeslaw Soal Kontroversi Lagu Band Sukatani
Begini Pesan Melly Goeslaw soal Kontroversi Lagu Band Sukatani. Gambar : Instagram/@melly_goeslaw

MPN Indonesia 27 Februari 2025 - Penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw turut menanggapi kontroversi yang melibatkan band Sukatani dan lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar.

Lagu ini menjadi perbincangan publik karena liriknya dianggap sebagai bentuk protes terhadap instansi negara.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @melly_goeslaw pada Senin (24/2), Melly menyampaikan pandangannya terkait lagu tersebut.

Ia menilai bahwa lirik dalam lagu Bayar Bayar Bayar merupakan bentuk ekspresi kritik yang seharusnya disikapi dengan bijaksana.

Melly: Lagu Sukatani Harus Disikapi dengan Bijaksana

Dalam pernyataannya, Melly mengaku sering mendengarkan lagu-lagu dengan lirik eksplisit yang kurang pantas.

Namun, ia menilai bahwa lagu milik Sukatani memiliki makna yang berbeda karena berisi kritik yang konstruktif terhadap kondisi tertentu.

“Hal ini tentu berbeda dengan yang dilakukan oleh band Sukatani. Lirik Sukatani adalah cerminan protes yang ditujukan kepada sebuah instansi negara. Jadi menurut saya harus disikapi dengan bijaksana,” tulis Melly dalam unggahannya, dikutip tim Redaksi MPN Indonesia, pada Senin (24/2).

Melly Apresiasi Cara Sukatani Menyampaikan Kritik Lewat Musik

Melly mengakui bahwa sebelumnya ia tidak terlalu mengenal band Sukatani.

Namun, setelah lagu mereka viral dan menimbulkan kontroversi, ia mulai mendengarkan karya mereka dan memberikan apresiasi terhadap cara mereka menyampaikan kritik melalui musik.

“Kritik melalui lirik lagu tersebut semoga menjadi kritik yang membangun dan menjadi perubahan yang lebih baik ke depan. Positifnya, jadi semakin banyak yang tahu lagu ini, sehingga lirik yang ditulis untuk mengkritik pun menjadi lebih tergaungkan dan terdengar ke seluruh masyarakat,” ujar Melly.

Baca Juga:  Anji Manji Ungkap Pengalamannya soal Royalti Direct License: Gak Ribet

Melly Ingatkan Seniman untuk Patuhi UU Hak Cipta dan ITE

Ia juga menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dalam berkarya, tetapi tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta Pasal 50 dan UU ITE Pasal 27 dan 28.

Menurutnya, seniman yang cerdas mampu menyampaikan pesan dengan cara yang tetap indah dan bermakna.

“Mari semua tetap mendukung kebebasan berekspresi dengan tetap tidak mengesampingkan hal-hal yang sudah diatur dalam UU Hak Cipta Pasal 50 dan UU ITE Pasal 27 dan 28. Seniman yang cerdas pasti tahu bagaimana caranya menyelipkan pesan dalam sebuah karyanya dengan cantik namun tetap sampai maksudnya,” jelas Melly.

Sempat Kontroversial, Sukatani Klarifikasi Makna Lagu

Ia pun mengapresiasi cara Sukatani mengemas kritik mereka dalam bentuk lagu, meskipun sempat menimbulkan komunikasi yang kurang baik antara band tersebut dan instansi terkait.

Namun, ia bersyukur bahwa permasalahan ini kini telah ditangani dengan baik.

Pada 20 Februari 2025, dua anggota Sukatani, Muhammad Syifa Al Lufti dan Novi Citra Indriyati, telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram resmi mereka.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa lagu “Bayar Bayar Bayar” bertujuan untuk mengkritik perilaku oknum tertentu, bukan institusi Polri secara keseluruhan.

(ELG/NID/RAD)

Trending