Selebriti
Dihujat Netizen, Wirda Mansur Bantah Punya 90 Ribu Anggota dan Terima Uang Rp9 Miliar
Wirda Mansur klarifikasi isu dana Rp9 miliar dari komunitas MAB, tegaskan jumlah anggota berbayar jauh lebih sedikit dan isu yang beredar tidak akurat.
MPN Indonesia 23 Februari 2025 - Wirda Mansur akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai komunitas berbayar Milenial Anti Bokek (MAB) yang ia dirikan pada 2020.
Ia membantah klaim bahwa dirinya menerima dana sebesar Rp9 miliar dari 90 ribu anggota komunitas tersebut.
Isu ini bermula dari unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa Wirda menerima uang dari 90 ribu anggota MAB, dengan masing-masing anggota membayar Rp100 ribu.
Jika dikalkulasikan, jumlah tersebut mencapai Rp9 miliar. Namun, melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (20/2), Wirda menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Jumlah Anggota MAB yang Sebenarnya
Wirda menjelaskan bahwa angka 90 ribu yang sering disebut bukanlah jumlah anggota berbayar MAB.
Jumlah tersebut merupakan total partisipan yang pernah mengikuti berbagai program gratis dari komunitas, seperti webinar atau sekadar menjadi subscriber di kanal Telegram MAB.
Oleh karena itu, tidak semua orang dalam jumlah tersebut membayar biaya keanggotaan.
“Angka 90 ribu member yang sering disebut bukanlah jumlah member berbayar, melainkan total partisipan yang pernah ikut program gratis, webinar, dan subscriber Telegram,” ungkap Wirda, dikutip langsung oleh Tim Redaksi MPN Indonesia melalui unggahan Instagram @wirda_mansur, pada Kamis (20/2).
Selain itu, ia juga mengklarifikasi bahwa biaya keanggotaan MAB bervariasi dan tidak selalu sebesar Rp100 ribu.
Terdapat beberapa tingkatan biaya pendaftaran yang lebih rendah, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung pada paket pembelajaran yang dipilih oleh peserta.
Oleh karena itu, klaim bahwa MAB mengumpulkan Rp9 miliar dari anggota tidak akurat.
“Jumlah member aktif yang benar-benar berlangganan jauh lebih kecil dengan variasi biaya pendaftaran yang berbeda, mulai dari Rp100.000, Rp50.000, Rp25.000, hingga Rp20.000. Sehingga dapat ditekankan secara tegas bahwa isu 100 ribu x 90 ribu member, sehingga jumlahnya adalah Rp9 miliar tidak benar,” jelasnya.
Perkembangan MAB dan Kendala Operasional
Dalam pernyataannya, Wirda menegaskan bahwa MAB didirikan bukan sebagai skema investasi atau bisnis keuangan tertentu, melainkan sebagai platform edukasi, komunitas, dan mentorship bagi generasi muda.
Melalui komunitas ini, anggota mendapatkan akses ke berbagai kursus dan pelatihan yang membahas strategi bisnis serta kiat mencapai kesuksesan.
Seiring berjalannya waktu, MAB terus berkembang hingga menjadi komunitas yang cukup besar.
Namun, belakangan komunitas tersebut mengalami kendala dalam operasionalnya, yang menyebabkan aktivitasnya terhenti sementara.
Wirda menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya menghidupkan kembali komunitas tersebut dengan sistem yang lebih baik.
“Saat ini, MAB sedang dalam proses untuk bangkit kembali. Sebab kami juga tidak menetapkan biaya berbayar bulanan. Tidak ada. Mohon doanya agar kami dapat hadir kembali dan berjalan dengan sistem yang lebih baik,” tambahnya.
Tanggapan Warganet dan Dugaan Penelantaran Anggota
Isu mengenai MAB semakin ramai diperbincangkan setelah muncul unggahan di media sosial yang menyebut bahwa komunitas ini telah ditinggalkan tanpa kejelasan selama hampir dua tahun.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa banyak anggota yang merasa tidak mendapatkan manfaat setelah membayar biaya keanggotaan.
Beberapa warganet mempertanyakan mengapa komunitas ini tiba-tiba berhenti beroperasi, padahal sebelumnya dijanjikan akan terus memberikan edukasi dan pelatihan.
Salah satu pengguna media sosial menanyakan alasan mengapa komunitas ini sempat ‘menghilang’ dengan alasan perbaikan sistem, namun ternyata tidak aktif selama lebih dari satu tahun.
Menanggapi hal tersebut, Wirda menyebut bahwa grup komunitas lama memang sempat tidak aktif, namun ia dan tim telah membentuk grup baru.
Namun, ia mengakui bahwa informasi tentang grup baru ini mungkin tidak tersampaikan ke semua anggota.
“Iya, itu grup yang lama. Sementara ada grup baru dengan admin yang berbeda. Tapi mungkin infonya tidak sampai ke semua anggota,” jawabnya saat merespons komentar warganet.
Meski telah memberikan klarifikasi, beberapa warganet masih merasa belum mendapatkan solusi konkret terkait komunitas yang sempat tidak aktif tersebut.
Ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya, Wirda hanya meminta doa agar MAB dapat kembali berjalan dengan sistem yang lebih baik.
Bisnis dan Kehidupan Pribadi Wirda Mansur
Selain dikenal sebagai pendiri komunitas MAB, Wirda Mansur juga memiliki berbagai bisnis dan aktivitas lain di dunia usaha.
Ia merupakan anak dari pendakwah Yusuf Mansur dan telah menjalankan berbagai usaha sejak usia muda.
Di luar komunitas MAB, Wirda memiliki bisnis di berbagai sektor, seperti fashion, kecantikan, dan perjalanan.
Ia juga mendirikan PT Wirdamae Grup Indonesia yang menaungi beberapa lini bisnisnya. Selain itu, ia pernah terlibat dalam dunia hiburan sebagai penulis buku dan aktris dalam beberapa film.
Dalam perjalanan pendidikannya, Wirda diketahui sempat mengenyam pendidikan di berbagai negara, termasuk Yordania, Amerika Serikat, Inggris, dan Indonesia.
Namun, beberapa warganet mempertanyakan keabsahan klaim pendidikannya setelah muncul beberapa pernyataan yang dinilai tidak konsisten.
Dengan berbagai pencapaiannya, nama Wirda Mansur sering menjadi sorotan publik, terutama di media sosial.
Namun, terkait kontroversi komunitas MAB, publik masih menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kelanjutan komunitas tersebut dan solusi bagi para anggota yang merasa dirugikan.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
