Selebriti
Raditya Dika Idap Penyakit HNP, Apa Itu?
Raditya Dika mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap hernia nukleus pulposus (HNP).
MPN Indonesia 25 Januari 2026 - Raditya Dika mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap hernia nukleus pulposus (HNP).
Penyakit ini diungkapkan Raditya secara terbuka dalam berbagai kesempatan, terutama saat berbincang di kanal podcast YouTube miliknya.
Dalam perbincangan terbarunya dengan Dian Sastrowardoyo, Raditya menyampaikan bahwa gaya hidupnya yang banyak duduk dan jarang melakukan peregangan menjadi salah satu faktor penyebab munculnya HNP.
Apa Itu Hernia Nukleus Pulposus (HNP)?
HNP atau herniated disc merupakan kondisi ketika inti lunak dari bantalan tulang belakang (diskus intervertebralis) menonjol keluar akibat robekan pada bagian luar yang lebih keras.
Tonjolan ini dapat menekan saraf di sekitarnya dan memicu gejala seperti nyeri, kesemutan, hingga gangguan fungsi tubuh. Kondisi ini umum disebut sebagai saraf kejepit.
Ketika tonjolan menekan saraf spinal, gejala bisa menjalar ke bagian tubuh lain, tergantung lokasi diskus yang terdampak.
Gejala umum meliputi nyeri tajam di punggung bawah atau leher, nyeri menjalar ke lengan atau kaki, kebas, kesemutan, kelemahan otot.
Dalam kasus berat, HNP bahkan bisa menyebabkan terganggunya kontrol kandung kemih atau usus.
Penyebab HNP
Sejumlah faktor yang dapat menyebabkan HNP antara lain:
- Proses penuaan atau degenerasi diskus yang menyebabkan fleksibilitas tulang belakang menurun
- Cedera atau benturan langsung pada tulang belakang
- Postur tubuh yang buruk saat mengangkat beban
- Berat badan berlebih
- Kebiasaan merokok yang mempercepat kerusakan diskus
- Kurangnya aktivitas fisik yang melemahkan otot penopang tulang belakang
Penanganan HNP
Penanganan HNP umumnya dimulai dengan metode konservatif. Langkah awal yang dapat dilakukan meliputi istirahat dan konsumsi obat pereda nyeri non-steroid seperti ibuprofen.
Kemudian penderita juga bisa melakukan fisioterapi untuk memperkuat otot punggung dan meningkatkan fleksibilitas serta suntikan kortikosteroid untuk meredakan inflamasi jika diperlukan.
Apabila metode tersebut tidak memberikan perbaikan, tindakan medis seperti operasi akan menjadi pertimbangan.
Prosedur operasi dilakukan jika tekanan pada saraf menyebabkan gangguan aktivitas, kelemahan otot, atau gangguan fungsi tubuh lainnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
