Connect with us

Entertainment

Ternyata Ini Penyebab Selebgram Dave Stanley Dikeroyok: Dituduh Mesum

Dave Stanley menjadi korban pengeroyokan setelah kembali dari Korea.

Actress 1299250

Published

on

Ternyata Ini Penyebab Selebgram Dave Stanley Dikeroyok Dituduh Mesum
Dave Stanley. Gambar : instagram/@dave.stn

MPN Indonesia 21 Juli 2024 - Pada 4 Februari 2024, seleb TikTok Dave Stanley menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh enam pemuda di Kota Baru Parahyangan.

Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah Dave kembali dari Korea usai menjalani operasi hidung.

Melalui akun Instagram pribadinya, Dave membagikan kronologi kejadian ini kepada para pengikutnya.

Kronologi Pengeroyokan

Kejadian bermula ketika Dave Stanley bersama seorang teman perempuan, warga negara asing (WNA) asal Korea, berada di dalam mobil Fortuner putih yang mengalami mogok.

Saat itu, mereka hanya sedang berbincang di dalam mobil. Namun, insiden tak terduga terjadi ketika enam pemuda mendekati kendaraan mereka.

Para pelaku mengira Dave dan temannya sedang melakukan perbuatan mesum di dalam mobil, yang kemudian memicu aksi kekerasan.

Para pelaku langsung merusak mobil tersebut dan melakukan tindakan brutal terhadap Dave.

Akibat serangan tersebut, Dave mengalami luka serius di wajah, termasuk hidung yang baru dioperasi serta robek di bagian kuping.

Dalam kondisi babak belur, Dave menceritakan penderitaannya melalui unggahan di media sosial.

“Mereka mengeroyok dan menculik saya hingga muka babak belur, kuping robek, dipenuhi darah dengan hidung yang baru dioperasi,” ungkap Dave Stanley.

Kepasrahan dan Ketakutan

Dalam keterangannya, Dave mengungkapkan bahwa ia merasa sangat ketakutan dan pasrah ketika pengeroyokan tersebut terjadi.

Ia bahkan sempat berpikir tentang bagaimana reaksi keluarganya jika ia tidak selamat dari kejadian tersebut.

“Saat itu saya ketakutan, hopeless, dan pasrah. Yang ada di pikiran saya adalah bagaimana reaksi orang tua saya ketika datang ke TKP jika saya tidak selamat,” lanjutnya.

Baca Juga:  Olla Ramlan Ancam Labrak Vadel Badjideh Jika Sean Mikael Disenggol Lagi

Dave menegaskan bahwa tuduhan perbuatan mesum yang dilayangkan kepadanya oleh para pelaku tidak benar.

Ia mengklaim memiliki semua bukti yang tersimpan di telepon genggamnya untuk membantah tuduhan tersebut.

Hasil investigasi pun menunjukkan bahwa para pelaku diduga dalam keadaan mabuk ketika melakukan aksi pengeroyokan, dan mereka juga tidak mengenal Dave secara pribadi.

Kasus Diproses di Pengadilan

Tak lama setelah insiden tersebut, Dave Stanley melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Polres Cimahi.

Proses hukum pun segera berjalan, dan kasus ini telah memasuki tahap persidangan.

Dave menjelaskan bahwa ia dan tim hukumnya sedang menunggu putusan hakim terhadap para pelaku.

“Saat ini, @cimahipolres sedang menangani kasus ini, dan kami sedang dalam proses sidang menunggu putusan hakim,” ujar Dave dalam unggahan terbarunya.

Pada 24 Juni 2024, empat dari enam pelaku yang berhasil ditangkap, dengan inisial MAM, MSB, JL, dan BW, menghadapi tuntutan di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Mereka dinyatakan bersalah melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP.

Meskipun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Yunus Andianto, S.H., menuntut para pelaku dengan hukuman empat tahun penjara, majelis hakim menjatuhkan vonis yang lebih ringan, yakni dua tahun penjara bagi masing-masing pelaku.

Setelah melalui pengalamannya, Dave Stanley berpesan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di tempat umum.

Ia mengungkapkan bahwa kejadian ini bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja, sehingga kewaspadaan sangat penting.

Sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat, Dave juga memutuskan untuk membagikan potret wajahnya yang babak belur akibat pengeroyokan tersebut di media sosial.

Meski sempat ragu, ia akhirnya memilih untuk melakukannya dengan harapan kejadian serupa tidak menimpa orang lain.

Baca Juga:  Mandor di Jambi yang Tendang Para Kuli Panggul Minta Maaf: Itu Biasa Kami Lakukan

“Saya telah mempertimbangkan berulang kali apakah sebaiknya saya mengunggah ini di media sosial. Namun, akhirnya saya memutuskan untuk membagikannya dengan harapan kejadian serupa tidak terulang pada siapa pun,” tutupnya.

Trending