Selebriti
Uya Kuya Akhirnya Muncul ke Publik Usai Rumah Dijarah, Temui Pelaku di Polres Jaktim
Uya Kuya bertemu pelaku penjarahan rumahnya di Polres Metro Jakarta Timur. Ia memilih mengajukan restorative justice untuk menghentikan proses hukum.
MPN Indonesia 4 September 2025 - Uya Kuya menemui salah satu terduga pelaku penjarahan rumahnya di Polres Metro Jakarta Timur pada Rabu (3/9).
Pertemuan ini dilakukan beberapa hari setelah peristiwa penjarahan di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (30/8) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Uya hadir bersama istrinya, Astrid Kuya, untuk memantau perkembangan kasus kriminal yang tengah ditangani pihak kepolisian.
Salah satu terduga pelaku yang diamankan adalah seorang perempuan lansia berprofesi sebagai tukang parkir.
Ia tertangkap membawa unit pendingin ruangan (AC) dari dalam rumah Uya.
“Ternyata ada seorang terduga pelaku, ibu-ibu, umurnya lebih tua dari saya, tadi membawa AC di dalam rumah. Saya ketemu langsung dengan rekan-rekan polisi di sini,” ujar Uya kepada wartawan di Polres Jaktim, Rabu (3/9).
Pertimbangan Restorative Justice
Uya mengungkapkan bahwa terduga pelaku hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Ia tinggal bersama suami yang juga bekerja sebagai tukang parkir, anaknya, serta seorang cucu penyandang disabilitas tunawicara.
“Kondisinya ibu ini juga tukang parkir, cucunya bisu, suaminya juga tukang parkir, tinggal dengan anaknya,” kata Uya.
Melihat kondisi tersebut, Uya memutuskan mengajukan restorative justice agar kasus tidak dilanjutkan ke tahap hukum berikutnya.
“Saya langsung yang mengajukan restorative justice, supaya ibu ini tidak dibawa ke tahap hukum berikutnya. Saya sudah ikhlas,” lanjut Uya.
Kronologi Penjarahan dan Dampaknya
Uya mengaku masih trauma setelah kejadian penjarahan di rumahnya.
Ia baru berani menonton rekaman video insiden tersebut beberapa hari kemudian.
Saat kejadian, warga sekitar sempat berusaha melindungi rumah Uya, tetapi massa dari luar berhasil menerobos masuk.
“Warga sekitar menolong menjaga, menghalangi orang-orang yang masuk. Tapi ada orang dari luar langsung merangsek, seperti ada provokator yang memberi komando,” ungkap Uya.
Peristiwa ini juga berdampak pada keluarganya. Anak-anak Uya menangis saat mengetahui rumah mereka dijarah.
Beberapa barang pribadi ikut hilang, termasuk dokumen penting dan hewan peliharaan keluarga.
“Anak-anak nangis, di rumah juga ada foto-foto kenangan keluarga, dari foto nikah sampai foto anak-anak kecil, yang paling (kejar tangisnya karena) kucing (ikut diambil),” tambah Uya.
Pengamanan dan Pencarian Hewan Peliharaan
Setelah kejadian, Uya dan keluarganya menempati rumah aman sementara.
Orang tua dan mertuanya juga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Ia menyebut hanya sempat menyelamatkan pakaian dan satu unit mobil.
Terkait hewan peliharaan, Uya mengatakan tiga ekor kucing sudah kembali, sementara dua ekor lainnya diamankan polisi dan dititipkan di Puskeswan Ragunan.
“Iya, katanya ada juga yang diamankan sama polisi. Jadi yang diamankan sama polisi itu ada dua yang dari hasil tangkapan polisi dan itu ada di Puskeswan Ragunan,” tutur Uya.
Pencarian terhadap kucing lainnya masih dilakukan oleh tim Uya berdasarkan informasi masyarakat.
Klarifikasi Isu Kaburnya Uya Kuya
Di tengah penyelidikan, muncul isu bahwa Uya kabur ke luar negeri. Isu ini dibantah langsung olehnya.
“Enggak. Demi Allah saya enggak ke luar negeri,” imbuh Uya.
Ia menilai isu tersebut merupakan hoaks yang beredar di media sosial.
“Please lebih cerdas melihat. Jangan tergiring hoaks-hoaks di media sosial. Ada video saya joget-joget, gaji Rp 3 juta, segala macam. Itu yang menggiring opini seolah-olah benar,” lanjutnya.
Uya meminta masyarakat lebih berhati-hati menyikapi informasi yang beredar.
“Pokoknya intinya itu, dilihat benar apa enggak videonya. Jangan sampai termakan hoaks,” tutupnya.
Polisi Tangkap Belasan Orang
Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Jakarta Timur.
Polisi telah menangkap lebih dari sepuluh orang terkait penjarahan dan penyerangan terhadap petugas.
“Sudah belasan orang yang diamankan. Ada dua pokok perkara, yaitu penyerangan terhadap petugas dan penjarahan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, Selasa (2/9).
Polisi menduga motif pelaku untuk mendapatkan keuntungan dari barang-barang di rumah Uya.
Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kejadian ini.
“Kami masih mendalami apakah aksi ini spontan atau sudah direncanakan oleh aktor intelektual,” lanjut Dicky.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
