Connect with us

Internasional

Anutin Charnvirakul Resmi Menjabat sebagai PM Thailand

Anutin Charnvirakul resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Thailand. Ia janji bubarkan parlemen dalam empat bulan dan segera bentuk kabinet baru.

Logompn

Published

on

Anutin charnvirakul resmi menjabat sebagai pm thailand
Anutin Charnvirakul resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand. Gambar : Reuters/Patipat Janthong

MPN Indonesia 8 September 2025 - Taipan konstruksi sekaligus politisi, Anutin Charnvirakul (58), resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada Jumat (5/9) setelah mendapat persetujuan dari kerajaan.

Ia menjadi PM Thailand ketiga dalam dua tahun terakhir, menggantikan Paetongtarn Shinawatra yang diberhentikan oleh Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika.

Dukungan dari Raja Thailand

Dalam upacara di kantor pusat Partai Bhumjaithai di Bangkok, Sekretaris Jenderal Majelis Rendah Parlemen Thailand, Arpath Sukhanunth, membacakan perintah kerajaan yang menetapkan dukungan terhadap Anutin.

“Yang Mulia Raja telah mendukung Bapak Anutin Charnvirakul untuk menjadi Perdana Menteri mulai sekarang,” kata Arpath Sukhanunth, dikutip MPN Indonesia dari AFP, Senin (8/9).

Anutin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan.

Ia juga dikenal sebagai penggagas kebijakan dekriminalisasi ganja untuk penggunaan medis pada 2022.

Janji Bubarkan Parlemen

Dalam pidatonya, Anutin menegaskan dukungan politik yang ia terima dari Partai Rakyat disertai kesepakatan untuk membubarkan parlemen.

“Saya pikir secara politik kami sudah jelas bahwa kami akan membubarkan parlemen dalam empat bulan,” ujar Anutin dalam pertemuan yang disiarkan langsung, Sabtu (6/9).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk memimpin pemerintahan transisi sebelum pemilu baru digelar.

Rencana Pembentukan Kabinet

Selain rencana pembubaran parlemen, Anutin menekankan pentingnya pembentukan kabinet secepat mungkin untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

“Saya akan berusaha membentuk kabinet saya sesegera mungkin,” katanya.

Hingga saat ini, dua posisi telah dikukuhkan, yaitu Menteri Luar Negeri dan Menteri Energi.

Dinasti Shinawatra Tergeser

Kenaikan Anutin ke kursi perdana menteri menandai berakhirnya dominasi Partai Pheu Thai yang dipimpin keluarga Shinawatra.

Baca Juga:  Tajir Melintir! Elon Musk jadi Manusia Pertama dengan Harta Rp12.500 Triliun

Partai ini sebelumnya menguasai politik Thailand sejak pemilu 2023.

Paetongtarn Shinawatra, perdana menteri sebelumnya, dipecat pekan lalu.

Sementara ayahnya, Thaksin Shinawatra, dilaporkan meninggalkan Thailand menuju Dubai sebelum pemungutan suara parlemen.

Partai Bhumjaithai yang dipimpin Anutin awalnya menjadi bagian dari koalisi Pheu Thai pada 2023.

Namun pada Juni 2025, partai ini menarik dukungan setelah muncul dugaan pelanggaran etika oleh Paetongtarn dalam percakapan dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.

Sikap Politik Anutin

Menanggapi kekhawatiran publik tentang potensi penyalahgunaan kekuasaan, Anutin memastikan pemerintahannya akan berjalan adil.

“Tidak akan ada favoritisme, tidak ada penganiayaan, dan tidak ada balas dendam,” tegasnya kepada wartawan pada Jumat (5/9).

Dengan dukungan koalisi oposisi serta legitimasi dari Raja Thailand, Anutin kini memimpin pemerintahan transisi hingga pemilu baru digelar dalam beberapa bulan ke depan.

(ADN/NID/RAD)

Trending