Connect with us

Internasional

Gelombang Demo Makin Panas! Iran Matikan Internet Nasional

Rezim Iran memutus total internet nasional di tengah meluasnya demonstrasi. NetBlocks dan Cloudflare mencatat penurunan konektivitas drastis hingga 1%.

Logompn

Published

on

Gelombang demo makin panas! iran matikan internet nasional
Gelombang Demo Makin Panas! Iran Matikan Internet Nasional. Gambar : WANA (West Asia News Agency) via Reuters

MPN Indonesia 10 Januari 2026 - Rezim Iran memutus total akses internet secara nasional sejak Kamis sore (8/1), di tengah meluasnya demonstrasi dan aksi massa di berbagai kota.

Langkah ini diambil untuk membendung penyebaran video kekerasan serta mengisolasi arus informasi dari dalam negeri.

Pemutusan internet terjadi pada hari kedua belas gelombang protes yang berawal dari krisis ekonomi dan lonjakan inflasi, lalu berkembang menjadi seruan politik yang menentang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Internet Nasional Anjlok Drastis

Kelompok pemantau internet NetBlocks menyatakan bahwa konektivitas nasional Iran telah terputus hampir sepenuhnya.

Dalam unggahan di X @netblocks pada Jumat (9/1), disebutkan bahwa akses internet turun hingga sekitar 1% dari kondisi normal.

“Pembaruan: #Iran kini telah terputus dari internet selama 12 jam, dengan konektivitas nasional anjlok hingga sekitar 1% dari tingkat normal, setelah otoritas memberlakukan pemadaman internet nasional dalam upaya menekan gelombang protes besar-besaran sekaligus menutupi laporan kekerasan brutal rezim,” tulis NetBlocks dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (10/1).

Data ini diperkuat laporan teknis dari Cloudflare Radar yang mencatat penurunan tajam lalu lintas protokol IPv6.

Cloudflare melaporkan penurunan sebesar 98,5% sebelum pukul 13.00 waktu setempat, dari sekitar 12% menjadi hanya 1,8%.

“Menjelang pukul 12.00 UTC hari ini, jumlah ruang alamat IPv6 yang diumumkan di #Iran turun sekitar 98,5%, bersamaan dengan penurunan porsi lalu lintas IPv6 dari sekitar 12% menjadi 1,8%, seiring pemerintah memblokir akses internet secara selektif di tengah aksi protes,” tulis Cloudflare dalam unggahan di X @CloudflareRadar pada Kamis (8/1).

Baca Juga:  Istri Mantan PM Nepal yang Dibakar Massa Ternyata Masih Hidup, Ini Kondisinya

Protes Meluas dan Eskalasi Kekerasan

Aksi demonstrasi dilaporkan terjadi di Teheran serta kota-kota lain seperti Mashhad, Isfahan, Kermanshah, dan Dezful.

Sejumlah video yang sempat beredar menunjukkan eskalasi situasi di berbagai wilayah.

Di Mashhad, sebuah video terverifikasi memperlihatkan sedan putih menabrak sekelompok pasukan keamanan.

Di Isfahan, terlihat kebakaran besar di kantor Islamic Republic of Iran Broadcasting, sementara di Dezful beredar rekaman pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa.

Organisasi Hak Asasi Manusia Hengaw melaporkan sedikitnya 42 orang tewas dalam rangkaian protes tersebut, termasuk enam anak-anak.

Kritik Pelanggaran HAM dan Sikap Otoritas

Pemutusan internet ini dikritik oleh Perlawanan Iran sebagai pelanggaran Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Mereka menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga internasional untuk menjamin akses bebas internet bagi rakyat Iran.

Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan perdamaian dan menyatakan bahwa aspirasi demonstran harus didengar, sikap berbeda disampaikan kelompok garis keras.

Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak yang dianggap melawan negara.

“Tidak ada ampun bagi mereka yang membantu musuh melawan Republik Islam,” ujar Ejei dalam keterangannya, dikutip dari NBC.

Reaksi Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi keras situasi di Iran.

Dalam wawancaranya di The Hugh Hewitt Show, Trump menyampaikan peringatan kepada pemerintah Iran.

“Saya sudah memberi tahu bahwa jika mereka mulai membunuh orang, yang cenderung mereka lakukan selama kerusuhan mereka, mereka sering mengalami kerusuhan, jika mereka melakukannya, kami akan menghajar mereka dengan sangat keras,” ucap Donald Trump.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para pengunjuk rasa.

“Kalian harus punya tekad kuat soal kebebasan. Tidak ada yang seperti kebebasan. Kalian adalah orang-orang pemberani. Sayang sekali apa yang terjadi pada negara kalian. Negara kalian dulunya adalah negara yang hebat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Meski Sudah Dibuka, Iran Nyatakan Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas

Tekanan Tambahan dan Dampak Teknologi

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Iran juga menghadapi tekanan tambahan terkait penangkapan mendadak Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu dekat Iran, yang memicu kekhawatiran internal di tengah meningkatnya tekanan eksternal.

Laporan NetBlocks dan Cloudflare menegaskan bahwa gangguan internet ini bukan disebabkan kerusakan teknis, melainkan pemblokiran yang disengaja dan direkayasa.

Grafik NetBlocks menunjukkan akses internet nasional anjlok hingga sekitar 5% sejak Kamis (8/1).

Sekretariat Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) menyebut kondisi ini sebagai “pengepungan siber” dan pelanggaran serius terhadap hak-hak fundamental warga.

Mereka menegaskan tindakan tersebut bertentangan dengan resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB, termasuk Resolusi 47/16, serta menyerukan langkah internasional untuk memulihkan akses internet bebas di Iran.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending