Internasional
Indonesia jadi Negara ASEAN Pertama yang Kerja Sama dengan Kanada
Indonesia dan Kanada tandatangani ICA-CEPA, membuka peluang ekspor produk Indonesia dengan tarif 0%
MPN Indonesia 27 September 2025 - Pemerintah Indonesia dan Kanada secara resmi menandatangani Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) pada Rabu (24/9) di West Block, Parliament Hill, Ottawa.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu.
Acara tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Perjanjian ini menandai kerja sama bilateral dagang pertama Kanada dengan negara ASEAN, serta menjadi kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan negara di kawasan Amerika Utara.
Produk Indonesia yang Nikmati Tarif 0 Persen di Kanada
Melalui ICA-CEPA, lebih dari 90 persen atau sekitar 6.573 pos tarif produk Indonesia memperoleh preferensi khusus di pasar Kanada.
Beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0 persen sejak perjanjian mulai berlaku (entry into force), antara lain:
- Makanan olahan
- Hasil laut
- Produk kerajinan berbahan serat alam
- Peralatan rumah tangga
- Granit dan marmer
Produk ekspor unggulan Indonesia yang diperkirakan makin kompetitif di Kanada meliputi:
- Tekstil
- Alas kaki
- Furnitur
- Makanan olahan
- Elektronik ringan dan elektronik otomotif
- Sarang burung walet
Sementara itu, Indonesia juga membuka pasar sebesar 85,54 persen atau sekitar 9.764 pos tarif bagi produk prioritas Kanada, seperti:
- Daging sapi beku
- Gandum
- Kentang
- Makanan hasil laut
- Makanan olahan
Perjanjian Indonesia-Kanada Buka Peluang Besar bagi Ekspor dan Investasi
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (25/9), Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebutkan bahwa ICA-CEPA adalah perjanjian yang penting bagi Kanada dan Indonesia.
“Rekan-rekan, sahabat, ini adalah kesepakatan yang tepat, di waktu yang tepat, dengan mitra yang tepat. Ini adalah pasar ekspor terbesar kami, pasar ekspor terbesar Kanada di Asia Tenggara,” ujar Mark Carney dalam keterangan resminya.
Senada dengan itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya perjanjian ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
“Indonesia-Canada CEPA menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara. Perjanjian ini membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing produk dan jasa Indonesia di Kanada,” ujarnya.
Menurutnya, perjanjian ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha dan generasi muda Indonesia untuk masuk ke pasar Kanada, serta menciptakan ruang kerja sama bilateral strategis bagi investor Kanada di Indonesia.
“Penandatanganan ini baru awal. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan perjanjian ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor di kedua negara. Indonesia terbuka untuk kemitraan,” ujar Budi.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
