Connect with us

Internasional

Kebakaran Hutan Terbesar Melanda Jepang, Lahap 2.100 Hektar Lahan di Ofunato

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 05t154429.299
Kebakaran Hutan Terbesar Melanda Jepang, Lahap 2100 Hektar Lahan | Gambar: Fire and disaster management agency

MPN Indonesia 5 Maret 2025 - Jepang menghadapi kebakaran hutan terbesar dalam lebih dari setengah abad, dengan api melahap 2.100 hektare lahan di Ofunato, Prefektur Iwate, Jepang timur laut.

Kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada 26 Februari 2025 dan terus meluas hingga 4 Maret 2025.

Akibatnya, lebih dari 4.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat aman, sementara satu korban jiwa telah dilaporkan.

Cuaca Kering dan Angin Kencang Mempercepat Penyebaran Api

Kebakaran Jepang ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem. Ofunato mengalami musim dingin yang sangat kering, dengan curah hujan hanya 2,5 mm sepanjang Februari, jauh di bawah rata-rata bulanan sebesar 41 mm.

Ditambah dengan angin kencang serta vegetasi pohon pinus yang mudah terbakar, api dengan cepat menyebar ke daerah berbukit dan kawasan permukiman.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, Ofunato mengalami musim dingin paling kering sejak pencatatan dimulai pada 1946.

Perubahan iklim juga berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas kebakaran hutan Jepang, dengan tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah negara tersebut.

Ribuan Warga Mengungsi

Hingga awal Maret, kebakaran telah merusak lebih dari 80 bangunan dan menyebabkan pemadaman listrik di ratusan rumah.

Asap tebal yang mengepul di wilayah hutan utara Kota Ofunato juga mengganggu jalur transportasi, memaksa penghentian sementara operasional kereta api yang menghubungkan Ofunato dan Sanriku.

Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke gedung olahraga serta sekolah yang dijadikan tempat penampungan sementara.

Dikutip MPN Indonesia dari Japan Times, setidaknya ada 4.000 warga yang dievakuasi dan satu orang tewas.

Upaya Pemadaman oleh Ribuan Petugas

Lebih dari 2.500 petugas pemadam kebakaran, termasuk personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF), telah dikerahkan untuk mengatasi kebakaran ini.

Selain itu, 17 helikopter pemadam kebakaran turut berupaya memadamkan api dari udara. Namun, medan berbukit dan angin kencang menghambat efektivitas operasi pemadaman.

Hingga 4 Maret 2025, luas lahan yang terbakar telah mencapai 2.600 hektare, menjadikannya kebakaran terbesar di Jepang sejak 1975, ketika 2.700 hektare hutan terbakar di Kushiro, Pulau Hokkaido.

Pemerintah Jepang Percepat Tindakan Darurat

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, telah memerintahkan pengerahan lebih banyak personel untuk mengendalikan api.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap permukiman dan infrastruktur.

Pihak berwenang berharap kondisi cuaca akan segera berubah, dengan prakiraan hujan diperkirakan mulai turun pada 6 Maret 2025.

Sementara itu, pemantauan terus dilakukan untuk mencegah perluasan kebakaran lebih lanjut.

(ADN/NID/RAD)

Continue Reading

Trending