Connect with us

Internasional

Warga Vietnam Nongkrong di Lampu Merah untuk Tangkap Pelanggar Lalu Lintas Demi Dapat Rp3 Juta

Vietnam beri insentif hingga Rp3,2 juta bagi warga yang melaporkan pelanggaran lalu lintas melalui aplikasi VNeTraffic.

Actress 1299250

Published

on

Warga Vietnam Nongkrong di Lampu Merah untuk Tangkap Pelanggar Lalu Lintas Demi Dapat Rp3 Juta
Warga Vietnam Nongkrong di Lampu Merah untuk Tangkap Pelanggar Lalu Lintas Demi Dapat Rp3 Juta. Gambar: Instagram/@fakta.indo

MPN Indonesia 10 Januari 2025 - Pemerintah Vietnam memperkenalkan kebijakan baru untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di negara tersebut.

Mulai bulan ini, warga Vietnam yang melaporkan pelanggaran lalu lintas dengan bukti berupa rekaman video berhak menerima hadiah hingga 5 juta VND atau sekitar Rp3,2 jutaan.

Aturan ini pun memicu peristiwa unik di beberapa wilayah Vietnam. Beberapa warga terlihat berbondong-bondong nongkrong di pinggir jalan dengan kamera siap merekam.

Mereka berburu pengemudi yang melanggar lalu lintas di perempatan jalan atau di berbagai jalan yang sibuk.

Dengan aksi tersebut, warga berharap mendapatkan rekaman yang bisa dilaporkan ke polisi untuk mendapatkan uang Rp3,2 juta.

Cara Kerja Program Pelaporan Pelanggar Lalu Lintas

Program ini memungkinkan masyarakat umum dan organisasi di Vietnam untuk melaporkan berbagai pelanggaran lalu lintas melalui aplikasi ponsel pintar bernama VNeTraffic.

Warga yang menyaksikan pelanggaran lalu lintas seperti menerobos lampu merah, melawan arus, atau tindakan berbahaya lainnya dapat merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke aplikasi.

Hadiah yang diterima oleh pelapor adalah 10 persen dari total denda yang dikenakan pada pelanggar lalu lintas.

Dengan denda yang bervariasi, jumlah hadiah yang diterima pelapor dapat berbeda, mulai dari nominal kecil hingga mencapai 5 juta VND.

Tujuan dan Dampak Kebijakan

Kebijakan ini diluncurkan untuk mengatasi tantangan pengawasan lalu lintas di Vietnam. Sistem pengawasan elektronik seperti kamera tilang masih terbatas, sementara polisi lalu lintas tidak mampu memantau setiap sudut jalan secara langsung.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai “mata tambahan,” pemerintah berharap dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran pengemudi.

Baca Juga:  KKP Putus Kerja Sama Lobster dengan Vietnam Imbas Maraknya Penyelundupan

Selain itu, program ini juga berdampak pada pemasukan negara melalui denda pelanggaran. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:

  • Membeli kendaraan dan peralatan penunjang keselamatan jalan.
  • Mengembangkan sistem informasi lalu lintas.
  • Memelihara database terkait pelanggaran lalu lintas.
  • Mendukung manajemen kemacetan.
  • Membayar petugas lalu lintas yang bekerja malam hari.

Jenis Pelanggaran yang Dapat Dilaporkan

Pemerintah menetapkan beberapa jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan, di antaranya:

  • Menerobos lampu merah.
  • Berkendara melawan arah.
  • Mengemudi dengan kecepatan tinggi.
  • Mundur tanpa memberikan peringatan.
  • Tindakan lain yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Dengan fokus pada pelanggaran yang sering terjadi, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan jalan yang lebih tertib dan aman bagi masyarakat.

Langkah Pendukung Pemerintah Vietnam

Selain melibatkan masyarakat dalam pengawasan lalu lintas, pemerintah Vietnam juga meningkatkan denda bagi pelanggaran tertentu.

Contohnya, denda untuk pelanggaran menerobos lampu merah telah dinaikkan dari 4-6 juta VND menjadi 18-20 juta VND, setara dengan Rp11 juta hingga Rp12,6 juta.

Pelanggaran ringan seperti menghindari razia atau membawa muatan berlebih kini juga dikenakan denda hingga 30 kali lipat dari sebelumnya.

Pemasangan lebih banyak kamera pengawas dan penerapan hukuman yang lebih berat menjadi langkah tambahan untuk mendukung kebijakan ini.

Aplikasi VNeTraffic

Aplikasi VNeTraffic menjadi platform utama dalam pelaksanaan kebijakan ini.

Selain digunakan untuk melaporkan pelanggaran, aplikasi ini juga memberi notifikasi kepada pengemudi tentang pelanggaran yang mereka lakukan.

Dengan demikian, pengemudi dapat segera mengetahui kesalahan mereka dan memperbaiki perilaku di jalan.

Trending