Connect with us

Lifestyle

Bukan Sekadar Nafsu, Ini 8 Faktor Psikologis yang Picu Perselingkuhan

Perselingkuhan dapat dipicu oleh faktor emosional, situasional, hingga kebutuhan harga diri. Simak penjelasan psikologinya di sini!

Logompn

Published

on

Bukan sekadar nafsu, ini 8 faktor psikologis yang picu perselingkuhan
8 Faktor Psikologis yang Picu Perselingkuhan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 November 2025 - Perselingkuhan menjadi salah satu penyebab utama retaknya hubungan yang telah dibangun berdasarkan komitmen.

Dalam pandangan psikologi, perilaku selingkuh dipengaruhi oleh berbagai alasan emosional dan situasional yang kompleks.

Bahkan, hubungan yang terjalin di luar pasangan resmi bisa memberikan dorongan psikologis tertentu bagi pelakunya, termasuk peningkatan rasa percaya diri.

Berikut adalah penjelasan lengkap terkait faktor-faktor penyebab seseorang berselingkuh secara psikologis!

Alasan Seseorang Berselingkuh

1. Defisit Emosional dalam Hubungan

Salah satu motivasi utama perselingkuhan adalah adanya kekurangan emosional dalam hubungan utama. Ketika seseorang merasa tidak dicintai, tidak dihargai, atau secara emosional tidak terpenuhi, mereka lebih rentan mencari kedekatan di luar hubungan.

Survei Psychology Today bahkan menunjukkan 77% responden berselingkuh karena rasa cinta yang menurun pada pasangan.

2. Kurangnya Komitmen

Masih dikutip dari sumber yang sama, riset menunjukkan bahwa hubungan dengan komitmen rendah lebih rentan terhadap perselingkuhan.

Orang dengan komitmen rendah (misalnya karena keterikatan emosional yang lemah) lebih rentan berbuat selingkuh.

3. Rasa Bosan

Hasrat akan pengalaman baru atau kejenuhan dalam hubungan jangka panjang juga dapat memicu seseorang mencari variasi hubungan melalui orang lain.

Faktor ini menjadi salah satu alasan umum perselingkuhan menurut analisis psikologi hubungan.

4. Rasa Diabaikan oleh Pasangan

Perasaan diabaikan juga menjadi penyebab yang sering memicu tindakan selingkuh, terutama pada perempuan yang merasa kurang dihargai.

Baca Juga:  Pernah jadi Mantan Deddy Corbuzier, Agnez Mo: Cemburuan tapi Selingkuh

Ketika seseorang merasa tidak diperhatikan atau kurang dihargai, terutama secara emosional, mereka bisa mencari validasi dari pihak luar.

5. Kesempatan Situasional

Motivasi perselingkuhan juga bisa muncul dari faktor situasional yang tidak direncanakan, seperti dalam kondisi stres, di tempat jauh dari pasangan, atau melalui interaksi sosial tertentu.

Psychology Today juga mencatat bahwa “situational forces” — seperti berada dalam perjalanan jauh atau dalam situasi sosial yang longgar — menjadi salah satu alasan umum perselingkuhan, terutama pada pria.

6. Dorongan untuk Meningkatkan Percaya Diri

Beberapa orang berselingkuh sebagai cara untuk membuat diri mereka merasa lebih menarik atau lebih dihargai.

Riset dari Psychology Today menunjukkan bahwa motivasi peningkatan rasa harga diri (self-esteem) adalah salah satu pendorong utama perselingkuhan.

Studi lain juga menunjukkan bahwa harga diri memainkan peran penting dalam cara seseorang menghadapi pengkhianatan.

Dalam penelitian Coping with Infidelity oleh Personality and Individual Differences, self-esteem yang tinggi dapat meredam stres dan dampak psikologis setelah perselingkuhan.

7. Kemarahan dan Balas Dendam

Perselingkuhan terkadang muncul sebagai respons emosional terhadap kemarahan atau kekecewaan dalam hubungan.

Misalnya, seseorang mungkin selingkuh sebagai bentuk “hukuman” atau balas dendam terhadap pasangan yang dianggap telah menyakitinya.

Teori interdependensi dalam studi hubungan suami-istri menunjukkan bahwa konflik terkait komitmen bisa melemahkan keterikatan dan membuka jalan bagi adanya pihak ketiga.

8. Hasrat Seksual

Dorongan seksual kuat, fantasi yang tidak terpenuhi, atau ketidakpuasan seksual dapat menjadi alasan perselingkuhan.

Riset menunjukkan bahwa motivasi seksual menjadi faktor penting dalam tipe dan durasi affair.

Tips Menyikapi Perselingkuhan

Meski menyakitkan, perselingkuhan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah hubungan.

Beberapa individu tetap mencintai pasangannya meskipun melakukan perselingkuhan, dan memilih untuk menyembunyikan tindakan tersebut.

Baca Juga:  Seleb TikTok Laras Gartiana Diduga jadi Selingkuhan, Bukti Chat Mesum Tersebar

Bagi pasangan yang mengalaminya, pengambilan keputusan harus melalui pertimbangan yang matang.

Langkah pertama adalah berbicara dengan pasangan. Diskusi terbuka atau konsultasi bersama profesional dapat membantu memahami motif perselingkuhan dan menentukan arah hubungan.

Setelah itu, penting untuk menanyakan keseriusan pasangan, apakah ia masih ingin mempertahankan hubungan atau tidak.

Evaluasi kepercayaan juga perlu dilakukan, termasuk mempertimbangkan apakah hubungan tersebut dapat dibangun kembali dengan sehat.

Dari sisi pribadi, refleksi menjadi bagian penting. Seseorang perlu menanyakan pada diri sendiri apakah masih menginginkan hubungan tersebut, atau jika mengakhirinya menjadi keputusan yang lebih tepat.

Jika pasangan memutuskan untuk mempertahankan hubungan, dukungan dari konselor profesional dapat membantu proses pemulihan.

(ADN/NID/RAD)

Trending