Lifestyle
Mengenal 10 Fakta soal Cacing Gelang, Parasit yang Bisa Hidup di Ususmu!
Balita 4 tahun di Sukabumi meninggal akibat infeksi cacing gelang. Tubuh korban mengeluarkan cacing hingga 1 kg. Simak fakta lengkapnya di sini.
MPN Indonesia 24 Agustus 2025 - Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) merupakan salah satu jenis parasit yang dapat hidup di dalam usus manusia.
Parasit ini bisa berkembang biak dengan cepat dan memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bila jumlahnya semakin banyak.
Kasus kematian seorang balita di Kabupaten Sukabumi akibat serangan cacing gelang menunjukkan bahaya nyata dari infeksi parasit ini (15/7).
Balita bernama Raya, berusia 4 tahun, meninggal setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang.
Kondisi tersebut diketahui setelah video perawatan di rumah sakit beredar, memperlihatkan tubuh Raya mengeluarkan cacing dalam jumlah besar hingga mencapai 1 kilogram.
“Cacingnya banyak. Waktu itu sudah dapat 1 Kg kalau tidak salah,” ujar Bidan Desa, Cisri Maryati, dikutip MPN Indonesia dari detik.com, Sabtu (23/8).
Kasus ini memperlihatkan bagaimana cacing gelang dapat menyerang tubuh manusia, terutama pada anak-anak dengan kondisi gizi buruk.
Selain menginfeksi usus, cacing ini juga bisa berpindah ke organ lain, seperti paru-paru, serta menyebabkan gangguan tumbuh kembang bila tidak ditangani.
Fakta Lengkap Kasus Infeksi Cacing Gelang pada Balita di Sukabumi
Berikut fakta-fakta terkait cacing gelang dan kasus infeksi yang dialami Raya.
1. Alami gizi buruk
Raya telah lama masuk dalam pengawasan gizi dan tercatat sebagai anak dengan status BGM (bawah garis merah).
“Memang sejak kecil Raya termasuk BGM itu di bawah garis merah, benar-benar terpantau kalau untuk berat badannya,” jelas Bidan Desa, Cisri Maryati.
2. Dapat prioritas bantuan
Pemerintah desa memberikan dukungan berupa tambahan gizi melalui program reguler dan dana desa, termasuk susu, telur, ayam, dan buah.
Raya juga mendapat Program Makanan Tambahan (PMT) lokal selama 60 hari.
“Udah ada kenaikan berat badannya waktu kemarin dapat PMT lokal,” tambah Cisri.
3. Penerima obat cacing
Raya tercatat rutin menerima obat cacing setiap enam bulan.
“Obat cacing kalau untuk Raya dan semua anak-anak itu dapat setiap 6 bulan sekali, setiap bulan Februari dan Agustus,” ungkap Cisri.
4. Tidak boleh dirujuk
Upaya merujuk Raya ke Puskesmas untuk konsultasi ahli gizi terkendala izin dari orang tua.
“Sudah berkali-kali untuk konsultasi minimal dengan ahli gizinya. Cuman memang kalau jawaban dari ibunya, nggak bisa. Mang Rizalnya nggak bolehin,” ucap Cisri.
5. Keluarkan cacing hingga 1 kg
Saat dirawat, tubuh Raya mengeluarkan cacing gelang dalam jumlah besar. Kondisi itu diketahui setelah pihak desa mendapat laporan dari relawan.
6. Prioritas bantuan dari desa
Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menyatakan pihaknya sudah memberikan berbagai bantuan gizi.
“Kita sudah beberapa kali memberikan bantuan. Bahkan ketika ada program PMT lokal kita prioritaskan, karena memang dia masuk anak BGM,” katanya.
7. Kendala dari keluarga
Keluarga Raya masuk kategori tidak mampu dan sempat mengalami kendala administratif.
“Tapi mereka ini memang agak tertutup, dan kadang sulit diajak komunikasi,” tutur Wardi.
8. Pola asuh menjadi kendala
Plt Camat Kabandungan, Budi Andriana, menyebut pola asuh keluarga menjadi faktor penghambat.
“Sebetulnya itu terkait pola asuh, memang terkait pola asuh bukan kewenangan kami, karena terkait dengan keluarga,” terang Budi.
9. Menghilang dua hari
Saat kecamatan hendak membantu pembaruan administrasi, orang tua Raya sempat tidak bisa ditemui.
“Itu menghilang dua hari, sehingga hari Senin baru bisa dilakukan,” tambahnya Budi.
10. Kekurangan dari keluarga
Budi menambahkan adanya hambatan dari pihak keluarga dalam proses penanganan.
“Yang saya khawatirkan, ketika diberi obat dari Puskesmas terkait dengan cacing atau apa, itu tidak diberikan,” lanjutnya.
Siklus Hidup Cacing Gelang dalam Tubuh
Cacing gelang masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi.
Setelah tertelan, telur menetas menjadi larva di usus, lalu menembus dinding usus dan tumbuh dewasa. Seekor betina dapat bertelur hingga 200.000 butir per hari.
Sebagian larva bisa berpindah ke paru-paru atau keluar bersama feses.
Penyakit yang Disebabkan Cacing Gelang
Infeksi cacing gelang dapat memicu penyakit seperti strongyloidiasis dan ascariasis. Gejala yang muncul antara lain:
- Mual dan muntah
- Diare
- Nyeri perut
- Tidak nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Demam
- Kelelahan
Jika cacing gelang menyebar ke paru-paru, gejala yang timbul meliputi:
- Batuk
- Sesak napas
- Napas berbunyi (mengi)
- Batuk berdarah
- Nyeri di dada
Pada anak-anak, infeksi dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang akibat penyerapan nutrisi yang buruk.
Bila jumlahnya semakin banyak, risiko komplikasi berupa pneumonia aspirasi hingga penyumbatan hati atau pankreas bisa terjadi.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
