Connect with us

Olahraga

Benfica vs Porto 2-2: Jose Mourinho Murka Disebut Pengkhianat

Jose Mourinho memprotes keras tudingan pengkhianat yang diarahkan kepadanya di derby O Clássico antara Benfica vs FC Porto.

Logompn

Published

on

Benfica vs Porto 2 2 Jose Mourinho Murka Disebut Pengkhianat
Benfica vs Porto 2-2: Jose Mourinho Murka Disebut Pengkhianat | Gambar: Instagram/@josemourinho

MPN Indonesia 9 Maret 2026 - Jose Mourinho memprotes keras tudingan pengkhianat yang diarahkan kepadanya di derby O Clássico antara Benfica vs FC Porto.

Laga tersebut berlangsung di Estádio da Luz, Senin (9/3) dini hari WIB dan berakhir imbang 2-2.

Tensi tinggi mewarnai pertandingan ini setelah Mourinho terlibat perselisihan dengan staf Porto, Lucho Gonzalez.

Jalannya Pertandingan

FC Porto unggul lebih dulu di babak pertama lewat dua gol yang masing-masing dicetak oleh Victor Froholdt pada menit ke-10 dan Oskar Pietuszewski di menit ke-40.

Benfica bangkit di babak kedua setelah Jose Mourinho melakukan perubahan taktik.

Gol pertama Benfica dicetak oleh Andreas Schjelderup pada menit ke-69.

Tak berselang lama, Leandro Barreiro kemudian menyelamatkan Benfica lewat gol penyama di menit ke-88. Skor bertahan 2-2 hingga peluit panjang.

Jose Mourinho Diganjar Kartu Merah

Keributan terjadi usai gol penyama Benfica pada menit ke-88. Mourinho mendapatkan kartu merah dari wasit Joao Pinheiro karena dianggap menendang botol ke arah bench Porto.

Sebelum meninggalkan lapangan, Mourinho bersitegang dengan Lucho Gonzalez yang disebutnya memanggilnya pengkhianat.

“Dia memanggil saya pengkhianat 50 kali. Saya ingin dia menjelaskan kepada saya, pengkhianat terhadap apa?” ujar Mourinho.

“Saya pergi ke FC Porto, saya memberikan jiwa saya untuk FC Porto, saya pergi ke Chelsea, ke Inter, ke Real Madrid, saya berkeliling dunia dan memberikan 24 jam hidup saya setiap hari. Itu adalah profesionalisme,” sambungnya.

“Ketika dia pergi ke Marseille, apakah dia pengkhianat? Pengkhianat terhadap apa? Dia bisa saja menghina saya dengan cara yang lebih bisa saya terima, tapi saya pikir itu adalah serangan terhadap profesionalisme saya, yang sangat saya hargai,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kejar Target, PSSI Pastikan Timnas Indonesia Incar Juara Piala AFF 2026

Diketahui, Mourinho adalah mantan pelatih Porto yang pernah membawa tim itu meraih Liga Champions.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending