Connect with us

Olahraga

Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina yang digelar di Stadion MetLife pada Senin (20/7).

Logompn

Published

on

Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia
Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026. Gambar: The Saudi Times

MPN Indonesia 22 Juli 2026 - Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina yang digelar di Stadion MetLife pada Senin (20/7).

Ketidakhadiran Ceferin menjadi sorotan karena pertandingan tersebut merupakan laga terbesar dalam sepak bola dunia.

Sejumlah tokoh terkenal terlihat berada di tribune, termasuk Jay-Z, Beyonce, Drake, Kylie Jenner, dan David Beckham.

Namun, Ceferin memutuskan untuk memboikot pertandingan final karena dugaan persoalan campur tangan politik selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

“Aleksander Ceferin memboikot final Piala Dunia setelah adanya isu campur tangan politik dalam turnamen tersebut,” demikian laporan reporter olahraga Martyn Ziegler, dikutip MPN Indonesia dari Yahoo! Sports.

Ia juga menyebut ketidakhadiran Ceferin sebagai bukti lain dari rusaknya hubungan antara UEFA dan FIFA.

Alasan Aleksander Ceferin Memboikot Final Piala Dunia 2026

Ceferin sebelumnya sempat menghadiri pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City.

Namun, sejumlah keputusan FIFA selama turnamen kemudian membuatnya memilih tidak menghadiri laga final Spanyol melawan Argentina.

FIFA dinilai telah melewati batas antara olahraga dan politik. Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mendapatkan sorotan besar sepanjang penyelenggaraan turnamen.

Salah satu keputusan yang menjadi perhatian adalah penangguhan hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah adanya intervensi dari Trump.

UEFA juga menyoroti kenaikan harga tiket yang sangat besar serta keputusan menghadirkan pertunjukan pada jeda pertandingan.

Profil Aleksander Ceferin

Dikutip MPN Indonesia dari Transfermarkt, Aleksander Ceferin lahir di Ljubljana, Yugoslavia, pada 13 Oktober 1967. Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden UEFA.

Baca Juga:  Persija Buka Suara soal Shin Tae-yong dan Pelatih Java United

Ceferin mulai menduduki posisi Presiden UEFA pada 14 September 2016. Masa jabatannya diperkirakan berlangsung hingga 31 Desember 2027.

Selain memimpin UEFA, Ceferin juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA. Ia mulai memegang jabatan tersebut pada tanggal yang sama, yakni 14 September 2016.

Sebelum menempati posisi penting di UEFA dan FIFA, Ceferin pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Slovenia.

Ia mulai memimpin organisasi sepak bola Slovenia pada 1 Maret 2011. Masa tugasnya berakhir pada 13 September 2016.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending