Connect with us

Olahraga

PSSI Tunjuk Akira Higashiyama jadi Pelatih Timnas Putri U-19 Indonesia

PSSI resmi menunjuk Akira Higashiyama sebagai pelatih Timnas Putri U-19 Indonesia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 09t102234.350
PSSI Tunjuk Akira Higashiyama jadi Pelatih Timnas Putri U-19 Indonesia | Gambar: PSSI

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - PSSI resmi menunjuk Akira Higashiyama sebagai pelatih Timnas Putri U-19 Indonesia.

Penunjukan ini diumumkan menjelang persiapan skuad Garuda Pertiwi Muda menghadapi turnamen AFF U-19 Women’s Championship 2025 yang akan digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam pada 9-18 Juni 2025.

PSSI mengumumkan langsung penunjukan Akira Higashiyama sebagai pelatih Timnas Putri U-19 di laman resminya pada Minggu (8/6).

Akira Antusias jadi Pelatih Timnas Putri U-19

Akira Higashiyama menyatakan antusiasmenya menangani Timnas Putri U-19 Indonesia.

“Saya tahu Indonesia punya potensi besar. Itulah kenapa saya datang ke sini. Saya ingin menerima tantangan ini,” ujar Akira.

Kehadiran pelatih asal Sakai, Fukui, Jepang ini diharapkan dapat membawa perubahan positif pada pengembangan sepak bola putri di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Akira akan langsung memimpin tim menghadapi persaingan di Grup B AFF U-19 Women’s Championship 2025, yang berisikan Thailand, Kamboja, dan Malaysia.

“Saya sudah bicara dengan Coach Mochi. Kami punya visi yang sama yakni membangun fondasi kuat dan mengantar Timnas Putri ke Piala Dunia,” kata Akira.

Perjalanan Karier Akira

Akira Higashiyama memulai karier sepak bolanya sejak usia sembilan tahun di Jepang. Setelah menamatkan pendidikan di universitas, ia melanjutkan karier profesional sebagai pemain di Thailand.

Pengalamannya kemudian berlanjut ke beberapa negara lain, yaitu Kamboja, Mongolia, dan Selandia Baru.

Setelah pensiun sebagai pemain, Akira beralih ke dunia kepelatihan. Ia pernah menangani klub FC Ulaanbaatar di kasta tertinggi Liga Mongolia sebagai pelatih kepala.

Selain itu, Akira juga memiliki pengalaman melatih di Thailand dan Selandia Baru sebelum akhirnya dipercaya untuk melatih di Indonesia.

Baca Juga:  Usai Pertandingan Indonesia vs Bahrain, Presiden Prabowo Turun Langsung ke Lapangan Berikan Ucapan Selamat

“Saya pernah menjadi pelatih kepala di Mongolia, lalu bekerja di Thailand dan New Zealand. Saya sudah terbiasa bekerja lintas budaya dan sangat menghormati sepak bola lokal,” jelas pelatih berusia 35 tahun tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending