Olahraga
Timnas Indonesia Kalah 5-1 dari Australia, Dokter Tirta: Jika Kalah lawan Bahrain, Pelatih Mundur Saja
Dokter Tirta kritik kekalahan 5-1 Timnas Indonesia dari Australia. Ia desak kemenangan kontra Bahrain jadi harga mati bagi pelatih untuk membuktikan kapasitasnya.
MPN Indonesia 21 Maret 2025 - Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 5-1 dari Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang memicu reaksi keras dari publik, termasuk dari dokter Tirta.
Melalui unggahan di akun X pada Kamis (20/3), dokter Tirta menyampaikan kritik terhadap performa timnas, keputusan pergantian pelatih, serta mempertanyakan arah kebijakan PSSI.
Ia menekankan bahwa kemenangan atas Bahrain menjadi syarat mutlak bagi pelatih saat ini untuk mempertahankan posisinya.
Kritik terhadap Kekalahan dan Perbandingan dengan Laga Sebelumnya
Dokter Tirta mengungkapkan kekecewaannya sebagai seorang penggemar, bukan sebagai pengamat profesional.
Menurutnya, hasil imbang 0-0 yang diraih Timnas Indonesia saat menjamu Australia di Stadion Gelora Bung Karno sebelumnya menunjukkan potensi yang seharusnya bisa dikembangkan, bukan berujung pada kekalahan telak.
“Rasah cangkeman bab prosas proses. Kalo cangkeman proses, pelatih sebelumnya jelas-jelas berproses. Walau dengan baik dan buruknya,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @tirta_cipeng, pada Jumat (21/3).
Ia menyoroti bahwa narasi ‘proses’ tidak lagi bisa dijadikan dalih atas kekalahan, terutama setelah pergantian pelatih di tengah kompetisi penting.
Desakan Mundur Jika Gagal Lawan Bahrain
Dalam cuitannya, dokter Tirta menegaskan bahwa kemenangan dan kelolosan dari fase grup adalah harga mati bagi pelatih baru.
Ia menyarankan agar pelatih sebaiknya mundur jika tidak dapat membawa tim meraih kemenangan saat menghadapi Bahrain.
“Menang dan lolos adalah harga mati. Jika gak bisa bawa menang Timnas vs Bahrain, maka sebaiknya pelatih mundur saja. Gentle,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat pelatih sebelumnya diberhentikan, ekspektasi terhadap pelatih pengganti otomatis meningkat.
Keputusan mengganti pelatih di tengah turnamen, menurutnya, harusnya dibarengi dengan perbaikan signifikan, bukan malah kekalahan besar.
Reaksi Terhadap Keputusan PSSI
Dokter Tirta juga menyinggung bahwa pemecatan pelatih di tengah turnamen merupakan keputusan yang mengejutkan bagi banyak pihak.
Ia menilai wajar jika para penggemar bereaksi keras dan menunjukkan harapan besar kepada pelatih baru.
Dalam unggahan lanjutan, ia menyampaikan, “Logikanya, ‘Wah STY dipecat nih, berarti pelatih baru tentu dianggap lebih well.’”
Kemarahan fans menurutnya sah-sah saja selama masih dalam batas wajar dan tidak mengarah pada hujatan personal. Ia menyebut banyak kritik yang disampaikan dengan cara sopan.
“Wajar dong fans frustasi dan kritik. Masa sebagai fans disuruh maklum terus. Udah bagus kritiknya sopan-sopan ini. Gak pakai kata-kata kotor,” tulisnya lebih lanjut.
Respons dari Publik dan Komentar Komedian
Kritik dari dokter Tirta turut memancing berbagai tanggapan dari warganet dan tokoh publik.
Komedian Mamat Alkatiri menanggapi bahwa mengkritik satu pertandingan tidak otomatis berarti pelatih harus diganti. Ia menekankan pentingnya ruang untuk evaluasi.
“Mengkritik satu match itu bukan berarti kesimpulannya harus out pelatihnya. Dan perubahan lawan Saudi justru membuat kita makin yakin tim gak anti kritik,” komentar Mamat melalui repost cuitan dokter Tirta.
Beragam komentar dari pengguna X lainnya juga menyoroti peran pengurus PSSI. Sejumlah netizen menganggap kebijakan penggantian pelatih di tengah kompetisi sebagai langkah yang keliru.
“Indonesia belum gagal bang. Masih ada 3 match lagi, kalau besok lawan Bahrain kalah lagi baru deh pecat aja tuh PK. Ga ada jaminan juga kalo masih pelatih yang lama Indonesia bisa dapat poin lawan Australia. Lawan Cina juga kalah waktu itu ama pelatih yang lama,” tulis salah satu akun @dani_*****.
“Ya kocak juga sih ganti pelatih ditengah event penting. Lagipula yang salah sendiri dr dulu ga ada dirtek yang tugasnya mengevaluasi pelatih malah ketum PSSI dan jajarannya yang ambil keputusan tapi itu wajar karena ga ada dirtek. Dan mereka harus bertanggung jawab,” tambah komentar warganet @wantok**.
Tekanan Menjelang Laga Kontra Bahrain
Laga melawan Bahrain kini menjadi momen krusial bagi Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Banyak pihak menaruh harapan besar agar tim mampu bangkit dan meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos.
Menurut dokter Tirta, kemenangan tidak hanya akan memperbaiki selisih gol, tetapi juga menjadi pembuktian kapasitas pelatih baru.
“Semoga vs Bahrain menang 4-0. Biar selisih gol kita membaik,” tulisnya sebagai harapan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
