Connect with us

Olahraga

Usai Laga Pertama Piala Dunia Antarklub, Lapangan MetLife Stadium Tuai Kritik

Setelah laga pembuka Piala Dunia Antarklub, lapangan MetLife Stadium di New Jersey mendapat kritik tajam.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 17t143201.521
Laga Pertama Piala Dunia Antarklub, Lapangan MetLife Stadium Tuai Kritik | Gambar: Dok. FIFA

MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Setelah laga pembuka Piala Dunia Antarklub antara Palmeiras dan FC Porto pada Senin (16/6) berakhir imbang 0-0, lapangan MetLife Stadium di New Jersey mendapat kritik tajam dari pemain dan pelatih kedua tim.

Permukaan rumput stadion dinilai mengganggu jalannya pertandingan karena terlalu kering dan memengaruhi kecepatan bola.

“Saya pikir lapangan seharusnya disiram sedikit lagi karena bola berjalan lambat dan itu memengaruhi laju permainan,” kata Pemain muda Palmeiras, Estevao, dikutip MPN Indonesia dari The Athletic.

Kritik dari Pelatih Kedua Klub

Pelatih Palmeiras, Abel Ferreira, juga menyoroti kondisi lapangan yang kering di awal pertandingan.

“Di awal, lapangan sangat kering. Saya tidak tahu siapa santo pelindung hujan, tapi setelah hujan turun, kami bisa memainkan permainan kami,” kata Ferreira.

Pelatih FC Porto, Martin Anselmi, turut mengeluhkan dampak lapangan terhadap permainan timnya.

“Saya merasa lapangan membuat kami sedikit tidak presisi, terutama saat kami ingin mempercepat permainan,” tegas Anselmi.

Selain itu, pemain FC Porto, Ze Pedro, turut menyebut bahwa lapangan “bisa lebih baik”.

Kritik terhadap MetLife Stadium datang tidak hanya dari kondisi rumput pada laga kali ini, tapi juga dari pengalaman buruk serupa pada Copa America tahun lalu yang diselenggarakan oleh CONMEBOL.

Saat itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni menggambarkan lapangan di Mercedes-Benz Stadium sebagai tidak layak, dan kiper Emi Martinez menyebutnya sebagai “seperti trampolin”.

Persiapan Rumput

MetLife Stadium dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia Antarklub tahun ini, termasuk kedua semifinal dan final, serta akan digunakan kembali untuk final Piala Dunia pada musim panas tahun depan.

Baca Juga:  Irak vs Norwegia 1-4: Brace Erling Haaland Antar Norwegia ke Puncak Klasemen Grup

Stadion ini biasanya menggunakan rumput sintetis karena merupakan markas tim NFL New York Giants dan New York Jets.

Namun, untuk keperluan FIFA, lapangan rumput alami ditanam oleh Tuckahoe Turf Farms, penyedia yang juga menyiapkan rumput untuk Piala Dunia 2026.

Selama setahun terakhir, FIFA meneliti jenis rumput yang paling cocok untuk MetLife Stadium dan akhirnya memilih jenis “warm-season grass” yang diharapkan tahan terhadap kondisi cuaca lokal.

Meski demikian, cuaca di minggu pertandingan cukup bervariasi, dengan suhu tinggi di pertengahan minggu lalu dan turun drastis menjadi sekitar 60 derajat Fahrenheit pada akhir pekan, memengaruhi kondisi permukaan lapangan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending