Otomotif
Tips Mudah agar Tidak Terpancing Emosi di Jalan, Liburan jadi Lebih Asyik dan Nyaman!
Kemacetan meningkat saat libur Natal dan Tahun Baru. Simak tips meredam emosi saat berkendara agar tetap aman dan nyaman di jalan raya.
MPN Indonesia 26 Desember 2025 - Memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru, potensi kemacetan dan kepadatan lalu lintas meningkat tajam di berbagai wilayah.
Kondisi ini kerap memicu emosi pengendara, terutama saat menghadapi perilaku pengguna jalan yang tidak tertib.
Emosi yang tidak terkontrol saat berkendara dapat berujung pada tindakan agresif dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Situasi seperti penggunaan lajur sembarangan, menerobos lampu lalu lintas, hingga berbelok tanpa isyarat kerap menjadi pemicunya.
Pembalap nasional Rifat Sungkar mengingatkan bahwa emosi berlebihan di jalan dapat menimbulkan risiko serius.
“Seorang pengemudi kalau masih dalam kondisi marah atau emosi, orang di jalan atau kendaraan lain bisa-bisa jadi sasaran benturan,” ujar Rifat, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari laman resmi mitsubishi-motors.co.id pada Jumat (26/12).
Emosi Berlebih dan Pentingnya Defensive Driving
Rifat menegaskan bahwa sikap terlalu percaya diri terhadap kemampuan mengemudi juga termasuk bentuk emosi yang perlu dikendalikan.
Menurutnya, pengemudi perlu menerapkan teknik defensive driving untuk meminimalkan risiko selama berkendara.
Pendekatan ini mencakup pengelolaan emosi, kewaspadaan terhadap kondisi sekitar, serta kesediaan berbagi jalan dengan pengguna lain, terutama di tengah kepadatan lalu lintas saat libur panjang.
Cara Meredam Emosi Saat Berkendara
Untuk menjaga kestabilan emosi selama perjalanan Natal dan Tahun Baru, pengendara dapat menerapkan sejumlah langkah berikut.
Ubah Pola Pikir
Anggap jalan raya sebagai ruang bersama sehingga diperlukan kesadaran untuk berbagi dengan seluruh pengguna jalan.
Antisipasi Kemacetan
Kemacetan merupakan kondisi umum, terutama di kota besar saat libur panjang. Menerima kondisi ini dapat membantu menekan potensi emosi.
Manajemen Waktu Perjalanan
Mengatur estimasi waktu tempuh dan menentukan rute sebelum berangkat dapat mencegah pengemudi merasa terburu-buru.
Ajak Teman Berkendara
Berkendara bersama teman dapat mengurangi rasa bosan dan stres, dengan catatan topik pembicaraan tetap dijaga agar tidak memicu emosi.
Dengarkan Musik yang Menenangkan
Memutar musik favorit dengan tempo pelan dan volume rendah dapat membantu menjaga suasana hati tetap rileks.
Jangan Terprovokasi Pengendara Lain
Jika bertemu pengemudi yang emosional atau ugal-ugalan, sebaiknya beri jalan dan hindari konfrontasi.
Gunakan Moda Transportasi Alternatif
Bagi yang cenderung tidak sabar di jalan, transportasi umum atau jasa transportasi daring bisa menjadi pilihan.
Hindari Membawa Benda Berbahaya
Tidak dianjurkan membawa benda seperti tongkat baseball atau senjata dengan alasan keamanan karena justru berpotensi memperburuk situasi.
Gunakan Sopir Pribadi
Jika memungkinkan, menggunakan jasa sopir pribadi dapat membantu mengurangi stres, terutama saat perjalanan jauh.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
