Connect with us

Politik

Bela Para Guru, Prabowo: Hai Orang Tua! Kalau Guru Keras, Jangan-jangan Anakmu yang Nakal

Presiden Prabowo Subianto membela ketegasan guru dalam mendisiplinkan siswa dan menyoroti fenomena perilaku kurang ajar di kalangan murid saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.

Logompn

Published

on

Bela para guru, prabowo hai orang tua! kalau guru keras, jangan jangan anakmu yang nakal
Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta. Gambar: Instagram/@kemensetneg.ri

MPN Indonesia 30 November 2025 - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungannya terhadap ketegasan guru saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (28/11).

Ia menyoroti perilaku siswa yang dinilai mulai kurang ajar kepada guru serta menekankan peran orang tua dalam membentuk karakter anak.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa ketegasan guru tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang negatif.

Menurutnya, sikap keras guru merupakan bagian dari proses pembentukan kedisiplinan dalam dunia pendidikan.

“Memang kalau guru-guru saya dulu enggak tegas, enggak keras sama saya, saya enggak bisa berdiri di sini. Jadi, hai orang tua di mana-mana, kalau guru itu keras, jangan-jangan anakmu yang nakal,” tegas Prabowo dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan bahwa membiarkan perilaku buruk tanpa koreksi dapat berdampak buruk pada perkembangan anak.

“Kalau anak nakal terus dibiarkan nakal, dia nggak jadi orang baik,” ucapnya.

Sorotan terhadap Fenomena Siswa Kurang Ajar

Prabowo menilai bahwa masalah kedisiplinan siswa kini bukan hanya soal kenakalan, melainkan munculnya sikap kurang ajar yang lebih serius.

Ia menjelaskan bahwa sebagian siswa menunjukkan perilaku menantang saat ditegur guru.

“Dan ini ada fenomena kadang-kadang justru yang kalau nakal itu, oke lah, ya. Tapi kalau kurang ajar, ini yang nggak beres, ini kurang ajar. Kadang-kadang ada murid yang kurang ajar, ya kan? Ditegur oleh guru, dia balas. Merasa dirinya jagoan,” ujarnya.

Pengalaman Ketika Menjabat Menteri Pertahanan

Dalam pidatonya, Prabowo mengisahkan pengalaman ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Baca Juga:  Dikunjungi Ketua MPR China, Prabowo Pamer Bayi Panda 'Satrio' yang Baru Lahir

Ia menerima laporan dari sebuah sekolah di bawah Kementerian Pertahanan mengenai perilaku tidak sopan seorang siswa terhadap guru.

“Ada waktu saya Menhan, ada sekolah yang di bawah Kemenhan, ada dapat laporan murid-murid yang apa itu jawab nggak sopan ke gurunya. Ada yang banting pintu, langsung kepala sekolah memberhentikan anak itu,” jelasnya.

Siswa tersebut merupakan anak dari seorang jenderal. Kepala sekolah sempat ragu mengambil tindakan sehingga menghubungi Prabowo. Ia pun memberikan dukungan penuh.

“Tahu-tahu kepala sekolahnya agak grogi karena yang diberhentikan itu anak jenderal. Kepala sekolahnya telepon saya, saya bilang, ‘Nggak usah ragu-ragu. Mana jenderal itu, suruh menghadap saya’. Aku tunggu-tunggu, enggak datang-datang juga itu jenderal itu,” ungkap Prabowo.

Pesan untuk Anak Tokoh Publik

Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak pejabat dan figur publik.

Ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk bersikap arogan.

“Kalau bapaknya orang besar, anaknya harus lebih sopan, lebih baik, jangan kurang ajar. Kalau bapaknya tokoh, bapaknya jenderal, bapaknya pemimpin, anaknya harus lebih sopan, lebih baik, lebih tertib,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending