Connect with us

Politik

Elite Demokrat Ungkap Bukti Ahok Ditawari Jokowi Jadi Dirut Pertamina, tapi Menolak

Ahok mengaku pernah ditawari jadi Dirut Pertamina oleh Jokowi, tapi menolak. Pernyataannya kembali disorot usai elite Demokrat, Yan Harahap, mengunggah video lawas.

Logompn

Published

on

Elite demokrat ungkap bukti ahok ditawari jokowi jadi dirut pertamina, tapi menolak
Elite Demokrat Ungkap Bukti Ahok Ditawari Jokowi Jadi Dirut Pertamina, tapi Menolak. Gambar : tvOnenews.com/Julio Trisaputra

MPN Indonesia 15 Maret 2025 - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditawari posisi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, ia menolak tawaran tersebut dan memilih tetap menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina.

Pernyataan ini kembali menjadi sorotan setelah elite Partai Demokrat, Yan Harahap, mengunggah rekaman lama yang menampilkan pernyataan Ahok terkait hal tersebut.

Demokrat Tanggapi Pernyataan Ahok

Pada Senin (3/3/2025), Yan Harahap membagikan video pernyataan Ahok yang diucapkan pada 4 Juli 2024 melalui akun X pribadinya.

Dalam video itu, Ahok menyatakan bahwa dirinya lebih nyaman menjabat sebagai Komut dibandingkan menjadi Dirut Pertamina.

Yan Harahap menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa ucapan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sulit dipercaya. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa sikap Ahok terlihat berubah-ubah.

“Omongannya susah dipegang. Tonton sampai habis. ‘Belangnya makin nyata’,” tulis Yan Harahap, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @YanHarahap, pada Sabtu (15/3).

Unggahan itu pun menarik perhatian publik, terutama karena sebelumnya Ahok mengaku tidak memiliki kewenangan lebih saat menjabat sebagai Komut untuk mengatasi berbagai permasalahan di Pertamina Patra Niaga.

Alasan Ahok Menolak Tawaran Dirut Pertamina

Dalam video yang diunggah, Ahok menjelaskan bahwa ia menolak tawaran Jokowi untuk menjadi Dirut karena merasa lebih nyaman dengan posisinya sebagai Komut.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya ingin lebih menikmati waktunya untuk berbagai kegiatan pribadi.

“Terus dia bilang kenapa, saya masih bercanda begini, bukan pak, kalau ada orang lain, orang lain aja pak. Paling enak jadi Komut Pak. Loh kenapa? Saya lagi terapi ini pak. Terapi apa? Terapi main golf, terapi piano, Mandarin, saya les pak,” ujar Ahok, menirukan percakapannya dengan Jokowi.

Baca Juga:  Tiba di Rusia, Prabowo Disambut oleh Diaspora Indonesia

Ia juga menegaskan bahwa kebahagiaan menurutnya adalah memiliki uang dan waktu luang, sesuatu yang menurutnya tidak akan ia miliki jika menjabat sebagai Dirut Pertamina.

“Jangan saya pak, lebih baik orang lain aja pak. Karena yang paling bahagia jadi orang itu ada duit ada waktu. Kalau saya jadi Dirut ada duit nggak ada waktu. Makanya saya kurang minat saya bilang,” lanjutnya.

Pernyataan Ahok Sebelumnya

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara pada Februari 2020, Ahok juga pernah mengungkapkan bahwa ia mendapat tawaran untuk menjadi Dirut Pertamina.

Namun, ia menolak karena dalam posisi tersebut, ia tidak diperbolehkan merangkap jabatan di tempat lain.

Saat itu, Ahok tengah menjalankan bisnis di bidang jagung dan ayam, yang menjadi salah satu pertimbangannya untuk menolak jabatan tersebut.

Pernyataan Ahok ini kembali menjadi sorotan di tengah penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga oleh Kejaksaan Agung, yang terjadi pada periode 2018 hingga 2023.

Meskipun saat itu menjabat sebagai Komut, Ahok mengaku tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengungkap kasus yang terjadi di dalam perusahaan tersebut.

Reaksi Publik

Pernyataan Ahok yang kembali diangkat oleh elite Partai Demokrat menimbulkan berbagai respons dari publik.

Beberapa pihak mempertanyakan inkonsistensi pernyataan Ahok, sementara yang lain melihatnya sebagai upaya mengungkap fakta di balik manajemen Pertamina.

Kasus dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga masih dalam penyelidikan oleh Kejaksaan Agung.

Sementara itu, perdebatan mengenai peran Ahok di Pertamina serta keputusannya untuk menolak jabatan Dirut terus menjadi bahan diskusi di ruang publik.

(AKM/NID/RAD)

Trending