Connect with us

Politik

Hadiri SPIEF 2025, Prabowo Bahas Capaian Pemerintahannya: Kami Lawan Korupsi dengan Keras

Dalam SPIEF 2025, Prabowo tegaskan kenaikan produksi beras dan jagung 50% serta pemberantasan korupsi.

Logompn

Published

on

Hadiri spief 2025, prabowo bahas capaian pemerintahannya kami lawan korupsi dengan keras
Prabowo hadiri SPIEF 2025. Gambar: Instagram/@prabowo

MPN Indonesia 21 Juni 2025 - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan capaian pemerintahan dan komitmen pemberantasan korupsi dalam pidatonya pada sesi pleno St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2025) yang berlangsung di ExpoForum Convention and Exhibition Centre, St. Petersburg, Rusia, pada Jumat (20/6).

Dalam forum internasional ini, Prabowo menyoroti lonjakan signifikan dalam produksi pangan nasional serta langkah-langkah tegas dalam reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.

Di hadapan pemimpin dunia, tokoh ekonomi, dan pelaku bisnis internasional, Prabowo mengungkap bahwa dalam tujuh bulan masa pemerintahannya, Indonesia berhasil meningkatkan produksi beras dan jagung sebesar 50 persen.

“Dalam tujuh bulan pemerintahan saya, kami telah mencapai peningkatan produksi beras dan jagung sekitar 50 persen. Dan ini adalah peningkatan produksi agregat terbesar dalam sejarah Republik Indonesia,” tegas Prabowo, dikutip MPN Indonesia melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/6).

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kebijakan efisiensi yang ketat dan pemberantasan korupsi.

“Dalam beberapa bulan saja, kami meningkatkan efisiensi, kami melawan korupsi dengan sangat keras, kami melakukan deregulasi, memotong semua regulasi yang menambah inefisiensi. Dan kami langsung melihat hasil yang cepat,” ujar Prabowo.

Peran Strategis Indonesia di Forum SPIEF

Forum ini mengusung tema Shared Values: The Foundation of Growth in a Multipolar World dan dihadiri oleh sejumlah pemimpin global, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Pangeran Nasser bin Hamad Al-Khalifa dari Bahrain, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang, dan Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile.

Baca Juga:  Sidang Tahunan MPR 2026 Resmi Dibuka, 629 Anggota Hadir

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan untuk hadir di forum internasional tersebut.

“Saya merasa terhormat hari ini diundang dan dapat berbicara di forum ini, St. Petersburg International Economic Forum 2025,” ucapnya.

Ia juga menyebut SPIEF sebagai platform strategis yang mempertemukan negara-negara dari berbagai kawasan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama.

“Forum ini adalah tempat yang menyatukan para pemimpin dari Barat, Global South, Timur, dan titik temu Eurasia,” ujar Prabowo.

Prabowo Soroti Keanggotaan Indonesia dalam BRICS dan NDB

Dalam sesi tersebut, Prabowo juga menyoroti percepatan proses keanggotaan Indonesia dalam organisasi internasional seperti BRICS dan New Development Bank (NDB).

Ia mengapresiasi dukungan negara-negara mitra, termasuk Rusia, Tiongkok, dan Afrika Selatan, atas penerimaan cepat Indonesia sebagai anggota.

“Kami percaya bahwa Indonesia bisa memainkan peran positif dalam hubungan internasional. Misalnya, dalam keikutsertaan kami di BRICS. Kami berterima kasih kepada pemerintah Rusia atas dukungan agar kami menjadi anggota BRICS dengan sangat cepat,” ucap Prabowo.

Ia menambahkan bahwa kerja sama multilateral melalui forum seperti BRICS penting dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran global.

“Kami percaya bahwa bersama-sama BRICS dapat berkontribusi secara signifikan terhadap stabilitas dan kesejahteraan dunia,” ujar Presiden.

Kehadiran Presiden Prabowo di SPIEF 2025 juga didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending