Connect with us

Politik

Mahfud MD Sebut Para Pejabat Kerap Berikan Data Tak Sesuai kepada Presiden

Mahfud MD menyoroti ketidaksesuaian data yang diterima Presiden Prabowo Subianto dengan kondisi di lapangan.

Logompn

Published

on

Mahfud md sebut para pejabat kerap berikan data tak sesuai kepada presiden
Mahfud MD di Podcast Denny Sumargo. Gambar: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 13 September 2025 - Mahfud MD menyoroti persoalan ketidaksesuaian data yang diterima Presiden Prabowo Subianto dengan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, akar persoalan bukan terletak pada presiden, melainkan pada bawahan yang menyampaikan data tidak akurat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud dalam podcast Denny Sumargo pada Jumat (11/9).

Ia menyatakan bahwa masukan masyarakat seolah tidak sampai ke presiden, kemungkinan karena disaring atau diolah secara keliru oleh pihak bawahan.

“Hari ini ada berita Menteri, Bapak Ketua Dewan Ekonomi Nasional, DEN, Pak Luhut menyatakan para pejabat ‘kamu jangan memberi data yang bohong kepada presiden’,” ujar Mahfud, meniru omongan Luhut, dikutip MPN Indonesia, Sabtu (13/9).

Ia juga mencatat bahwa sejak akhir Agustus 2025, Prabowo Subianto mulai menunjukkan ketegasan dan konsistensi dalam menanggapi berbagai isu nasional.

Mahfud berharap sikap tersebut terus berlanjut agar respons terhadap aspirasi masyarakat menjadi lebih cepat.

Mahfud Soroti Perbedaan Data yang Diterima Presiden Prabowo

Mahfud menjelaskan bahwa perbedaan data yang diterima presiden kerap muncul dalam beberapa isu penting seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, serta respons terhadap protes publik.

“Kok beda dengan hitungan orang? Data apa? Pertumbuhan misalnya ya. beda. Nah, rupanya ini gak masuk ke sini (Presiden Prabowo) apalagi protes,” terang Mahfud.

Ia menilai, data yang sampai ke presiden tidak jarang berbeda dengan analisa dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

“Ini hasil diskusi resmi akademik di kampus. Kenapa Pak Prabowo itu kok seperti kalau masukan gak pernah sampai ke dia? Karena setiap dia bicara masalah beda dengan bawah,” jelas Mahfud.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud menekankan pentingnya penyampaian informasi yang benar kepada pimpinan negara agar pengambilan kebijakan sesuai dengan realitas yang ada.

Baca Juga:  Prabowo Ingin Papua Ditanam Sawit dan Tebu untuk Hasilkan BBM hingga Etanol

Ia menyebut bahwa ketidaksesuaian data bisa menyebabkan keputusan yang diambil tidak efektif karena tidak mencerminkan kondisi faktual.

Mahfud juga menyampaikan harapannya agar presiden semakin responsif terhadap kritik dan masukan dari publik.

Ia menganggap perubahan sikap Prabowo sejak akhir Agustus 2025 sebagai langkah positif yang perlu dipertahankan.

“Mudah-mudahan Pak Presiden konsisten tegas seperti sejak akhir 30 Agustus sampai sekarang ini. Kelihatannya sudah menampakkan ketegasannya, konsistensinya dan mendengar aspirasi masyarakat. Sebelum itu setiap masukan tuh nampaknya gak pernah didengar,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending