Politik
MBG Didera Isu Keracunan, Prabowo: Deviasi Hanya 0,00017 Persen dari 1 Miliar Porsi
Prabowo Subianto pastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan meski ada kasus keracunan. Pemerintah lakukan evaluasi dapur dan perketat pengawasan.
MPN Indonesia 30 September 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut meskipun terjadi kasus keracunan makanan yang sempat menjadi perhatian publik.
Hingga Senin (29/9), program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat dan menyalurkan lebih dari 1 miliar porsi makanan.
Prabowo menegaskan tingkat penyimpangan dalam pelaksanaan program sangat kecil.
“Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen,” ujarnya dalam pidato di Munas VI PKS, Jakarta, Senin (29/9).
Terkait kasus keracunan, Prabowo mengakui insiden tersebut memang terjadi, namun jumlahnya sangat minim dibandingkan dengan total porsi makanan yang sudah dibagikan.
Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan fasilitas dapur.
Evaluasi Kasus Keracunan dan Langkah Pemerintah
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan bahwa sejak 6 Januari hingga 22 September 2025, terdapat 4.711 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Seluruh kasus terjadi pada anak-anak, tanpa laporan dari kelompok ibu hamil dan balita.
Kasus tersebut tersebar di tiga wilayah, yakni Wilayah II dengan 2.606 kasus, Wilayah I sebanyak 1.281 kasus, dan Wilayah III dengan 824 kasus.
Jumlah ini dibandingkan dengan 1 miliar porsi makanan yang telah disalurkan sepanjang periode tersebut.
Menindaklanjuti hal ini, Prabowo menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi.
Perbaikan Standar Operasional di Lapangan
Sebagai langkah perbaikan, Prabowo menekankan bahwa setiap dapur MBG akan dilengkapi peralatan sterilisasi dan pengujian makanan.
“Dapur nanti harus dilengkapi dengan alat-alat cuci, ompreng yang benar-benar kuat dengan ultraviolet atau gas atau dengan air yang sangat panas,” katanya saat acara di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9).
Upaya lainnya mencakup pemasangan filter air dan test kit di setiap dapur, pelatihan juru masak, serta pengetatan pengawasan oleh lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
