Connect with us

Politik

Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Presiden Prabowo Subianto sampaikan duka atas gugurnya 3 prajurit TNI di Lebanon.

Logompn

Published

on

Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon. Gambar: Instagram/@prabowo

MPN Indonesia 1 April 2026 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiga prajurit tersebut gugur dalam dua serangan beruntun yang terjadi di Lebanon selatan, pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3), diduga kuat akibat serangan militer dari Israel.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Ungkapan duka disampaikan langsung oleh Prabowo melalui akun Instagram resmi @prabowo pada Selasa (31/3).

“Inna lillahi wa inna ‘ilaihi raaji’uun. Turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (1/4).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengutuk keras serangan yang menewaskan para prajurit penjaga perdamaian tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Kemlu RI menyebut insiden itu sebagai serangan keji dan mendesak investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengungkap fakta dan pihak yang bertanggung jawab.

Pemerintah Tuntut Investigasi dan Pemulangan Jenazah

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah koordinasi lintas instansi untuk menangani pemulangan jenazah dan peningkatan pengamanan pasukan di lapangan.

“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur,” ujarnya.

Selain itu, Prasetyo menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan arahan kepada seluruh pasukan TNI yang masih bertugas di Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga:  Direktur CIA Bertemu Prabowo di Washington DC, Pertemuan Berlangsung Tertutup

“Sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekali lagi tentunya kita merasa sangat kehilangan dan merasakan duka cita yang sangat mendalam,” ucapnya.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Kemlu RI menyebut serangan terjadi secara beruntun di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan.

“Pemerintah Republik Indonesia mengutuk sangat keras serangan kedua yang terjadi secara beruntun di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, pada 30 Maret 2026, yang menimpa peacekeepers Indonesia yang bertugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang mengakibatkan gugurnya kembali dua personel dan melukai dua lainnya,” tulis Kemlu RI.

Serangan pada Senin (30/3) menyebabkan gugurnya dua personel TNI dan melukai dua lainnya, hanya sehari setelah gugurnya Praka Farizal Rhomadhon akibat serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Eskalasi Konflik dan Seruan Evaluasi Misi Perdamaian

Kemlu RI menegaskan bahwa serangan terhadap personel Indonesia mencerminkan memburuknya kondisi keamanan di Lebanon selatan.

“Serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan,” tulis Kemlu RI.

Indonesia juga menyatakan bahwa serangan tersebut secara signifikan melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006).

“Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006),” tambah pernyataan tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Eurico Gutteres, turut menyampaikan kutukan atas insiden tersebut, mencerminkan perhatian internasional terhadap meningkatnya ketegangan dan risiko dalam misi perdamaian di wilayah konflik internasional.

Baca Juga:  Profil Epy Kusnandar alias "Kang Mus", Aktor Senior yang Meninggal Dunia di Usia 61 Tahun

(AKM/NID/RAD)

Trending