Connect with us

Politik

Tom Lembong Enggan Cari Tahu Dalang yang Jebloskannya ke Penjara: Kebenaran Akan Mencari Jalannya Sendiri

Dalam wawancara bersama Najwa Shihab, Tom Lembong menegaskan tak lagi tertarik untuk mencari tahu siapa dalang di balik kasus yang menjeratnya hingga ke penjara.

Logompn

Published

on

Tom lembong sebut enggan cari tahu dalang yang menjebloskannya ke penjara, ini alasannya
Tom Lembong Sebut Enggan Cari Tahu Dalang yang Menjebloskannya ke Penjara, Ini Alasannya | Gambar: Tangkapan Layar YouTube/Najwa Shihab

MPN Indonesia 18 Agustus 2025 - Eks Menteri Perdagangan, Tom Lembong dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa ia tak lagi tertarik untuk mencari tahu siapa pihak yang diduga menjadi dalang di balik kasus yang pernah menjeratnya hingga ke penjara.

Hal ini ia sampaikan dalam wawancara eksklusif bersama Najwa Shihab yang ditayangkan di kanal YouTube Najwa Shihab pada Rabu (13/8).

Tom menyebut, saat ini dirinya lebih memilih untuk ‘move on‘ dan memandang langkah abolisi yang diterimanya sebagai kesempatan untuk menutup masa lalu dan memulai babak baru.

“Saya juga mau move on terus terang ya. Saya kira solusi abolisi ini juga membuka potensi kita tutup babak ini, membuka babak baru,” katanya dikutip MPN Indonesia pada Senin (18/8).

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai keinginan untuk mengungkap dalang kriminalisasi terhadap dirinya, Tom menjawab bahwa ia percaya kebenaran akan terungkap dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

“Satu hal yang saya belajar, kebenaran akan mencari jalannya sendiri, karena itu akan terungkap,” tutur Tom menjawab pertanyaan Najwa Shihab.

Tom Lembong Optimis Kebenaran Akan Tetap Menang

Masih menanggapi pertanyaan yang sama, Tom juga menyinggung fenomena media sosial, di mana kebohongan kerap kali lebih cepat menyebar dibandingkan kebenaran.

Namun, menurutnya, hal itu hanya berlangsung sementara.

“Banyak kalangan merasa kebenaran tidak punya chance, karena kebohongan 10 kali lebih viral daripada kebenaran. Tapi saya melihat ini mulai berbalik. Teori saya, kebohongan hanya unggul dalam jangka pendek, tapi dalam jangka menengah dan panjang kebenaran tetap menang, mengalahkan hoaks dan pencitraan,” jelasnya.

Baca Juga:  Profil Ferry Juliantono, Dari Aktivis hingga Menteri Koperasi Baru

Tom menegaskan, keyakinan itu membuatnya tak lagi menganggap penting upaya mencari siapa dalang di balik kasus yang pernah dialaminya. Ia mengaku kini lebih fokus pada isu-isu lain yang menurutnya lebih genting.

Langkah Abolisi Disebut Tanpa Syarat

Dalam wawancara yang sama, Tom sempat menyampaikan pandangan mengenai proses abolisi yang membayangi kasus hukum terkait korupsi impor gula yang menjeratnya.

Ia menyebut bahwa baik kasus yang menjerat dirinya maupun kasus yang melibatkan pihak lain, termasuk Hasto Kristiyanto, memiliki muatan politis yang kuat.

Menurutnya, kedua kasus tersebut diproses karena adanya motivasi politik, meskipun ia tidak dapat mengomentari secara rinci tentang aspek transaksional dalam kasus Hasto.

“Kalau soal politis memang kasus Pak Hasto maupun kasus saya politis ya. Dua-duanya diproses, dikasuskan ya karena ada motivasi politik itu jelas,” ungkap Tom Lembong

Meskipun begitu, Tom menegaskan bahwa abolisi yang diterimanya sejauh ini diberikan tanpa syarat. Ia menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk koreksi yang penting dan mungkin tergolong langka dalam sejarah Republik Indonesia.

“Abolisi ini sejauh yang saya bisa lihat, diberikan tanpa syarat. Tapi kita kan harus tahu diri ya. Bagaimana pun juga ini langkah korektif yang mungkin bersejarah karena dalam sejarah republik mungkin baru empat atau enam kali abolisi diberikan jadi kita wajib mengapresiasi,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending