Teknologi
Komet Lemmon Hiasi Langit Indonesia, Ini Waktu Terbaik Melihatnya
Komet Lemmon (C/2025 A6) mulai tampak di langit Indonesia. Puncak kecerlangannya terjadi 31 Oktober–1 November 2025, terlihat mata telanjang dengan lokasi minim polusi cahaya.
MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Komet Lemmon (C/2025 A6) mulai terlihat di langit Indonesia sejak Selasa (28/10) dan dapat diamati hingga pertengahan November 2025.
Fenomena ini terjadi karena komet melintas dekat orbit Bumi, dengan jarak terdekat sekitar 89 juta kilometer yang tercapai pada Senin (20/10).
Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, komet Lemmon bisa diamati dengan mata telanjang, terutama saat kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya.
“Sudah bisa dilihat sampai pertengahan November 2025,” ujar Thomas dalam keterangannya pada Selasa (28/10).
Ia menambahkan bahwa intensitas cahaya komet akan semakin redup seiring komet menjauh dari orbit Bumi.
Waktu terbaik untuk menyaksikan komet ini berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November.
Puncak kecerlangannya diprediksi terjadi pada Jumat (31/10) atau Sabtu (1/11), dapat diamati mulai pukul 18.00 WIB hingga beberapa jam setelahnya, terutama di ufuk barat laut.
Titik pengamatan terbaik berada di area terbuka minim gangguan cahaya, seperti perbukitan atau pesisir.
Jalur Orbit dan Karakteristik Komet Lemmon
Komet Lemmon merupakan komet baru yang ditemukan pada awal 2025.
Ia memiliki periode orbit sangat panjang, diperkirakan baru akan kembali melintasi sekitar Bumi dalam 1.300 tahun mendatang.
Ketika mencapai perihelion, panas dan energi matahari menyebabkan endapan es pada komet menguap, membentuk ekor gas sekaligus menyeret partikel debu yang memantulkan cahaya matahari.
Kecerlangan komet diperkirakan berkisar pada magnitudo +4 hingga +7,3.
Dalam kondisi ideal, seperti langit cerah dan lokasi bebas polusi cahaya, cahaya kehijauan khas komet dapat terlihat samar sebagai pantulan dari gas karbon di sekitar inti komet.
Waktu dan Cara Terbaik Mengamati
Komet Lemmon sudah mulai terlihat sejak 28 Oktober, dengan pengamatan terbaik hingga awal November 2025.
Penampakan paling terang diprediksi pada 31 Oktober dan 1 November.
Waktu pengamatan ideal adalah sekitar pukul 18.00 WIB hingga sebelum fajar, di arah barat laut setelah matahari terbenam.
Untuk mendapatkan hasil visual terbaik, masyarakat disarankan menggunakan teleskop atau binokuler.
“Tanpa teleskop atau binokuler, komet hanya terlihat seperti bintang,” jelas Thomas.
Ekor komet hanya dapat dilihat dengan bantuan alat optik.
Lokasi Pengamatan yang Disarankan
Agar pengamatan optimal, pilih lokasi minim polusi cahaya, seperti pedesaan, pantai, atau perbukitan, dengan medan pandang terbuka ke ufuk barat laut dan jauh dari bangunan tinggi atau pepohonan.
Pengamatan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca, langit cerah tanpa awan menjadi faktor penting untuk melihat komet secara langsung.
Fenomena Komet Lemmon ini menjadi momen langka yang hanya terjadi sekali dalam lebih dari satu milenium, sehingga banyak astronom dan masyarakat memanfaatkannya sebagai kesempatan pengamatan langit malam yang istimewa.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
