Connect with us

Politik

SBY Beri Pesan agar Indonesia Siap Hadapi Potensi Perang Dunia Ketiga

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh naif dalam menghadapi kemungkinan Perang Dunia Ketiga.

Logompn

Published

on

SBY Beri Pesan agar Indonesia Siap Hadapi Potensi Perang Dunia Ketiga
SBY Beri Pesan agar Indonesia Siap Hadapi Potensi Perang Dunia Ketiga | Gambar: YouTube/Susilo Bambang Yudhoyono

MPN Indonesia 24 Februari 2026 - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh bersikap naif dalam menghadapi kemungkinan pecahnya Perang Dunia Ketiga.

Pesan ini disampaikan SBY dalam kuliah umum di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Ia menegaskan bahwa meskipun Indonesia bukan bagian dari konflik, dampaknya tetap bisa dirasakan sebagaimana terjadi pada Perang Dunia II.

“Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh Perang Dunia Kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga,” kata SBY.

Soroti Tatanan Politik Dunia

SBY menjelaskan bahwa dinamika geopolitik dunia telah berubah signifikan sejak berakhirnya Perang Dingin.

Ia menyebut saat ini dunia berada dalam tatanan multipolar, dengan kekuatan utama seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, dan beberapa negara BRICS.

“Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar,” ucap SBY.

SBY menyebut bahwa Amerika Serikat pasca-Perang Dingin mencoba bergerak sendiri dalam mencapai kepentingannya.

Menurutnya, AS ingin menjadi satu-satunya penguasa dunia atau unipolar.

“Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai zone langer,” kata dia.

Wanti-Wanti Kesiapan RI

SBY menekankan pentingnya Indonesia mempersiapkan diri dalam berbagai sektor sebagai bentuk antisipasi.

Ia menyebut penguatan pertahanan, ketahanan pangan, energi, dan relasi internasional sebagai langkah strategis yang harus diambil.

“Jadi menurut saya fokus dalam negeri untuk mempersiapkan diri, yes, meningkatkan deterrence kita, yes, meningkatkan kekuatan pertahanan kita, yes, meningkatkan ketahanan energi, pangan, dan lain-lain bisa susah kalau terjadi disruption pada tingkat dunia, yes,” tegas SBY.

Baca Juga:  Deretan Koleksi Mobil Gibran Rakabuming, Paling Mahal Segini

Ia juga mendorong penguatan diplomasi dan kerja sama internasional yang adaptif terhadap perubahan dinamika global.

“Effort dalam negeri, yes, diplomasi, kerja sama internasional, yes, memahami setting of power relations, yes, dengan demikian yang kita lakukan, insyaallah akan benar,” lanjutnya.

Soroti Kesiapan Teknologi RI

SBY mengingatkan bahwa era perang saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan darat, melainkan membutuhkan kesiapan di berbagai dimensi modern, termasuk siber, kecerdasan buatan (AI), dan robotik.

“Dunia AI, dunia robotik, dunia beyond conventional thinking, conventional warfare, kita harus siap. Jadi jangan takut,” kata SBY.

Ia mencontohkan skenario serangan udara ke Jakarta dan kota-kota strategis lainnya sebagai bentuk ancaman nyata.

“Sekarang begitu ada air strike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan?” ucap SBY dalam forum tersebut.

Ia menekankan bahwa doktrin pertahanan lama seperti Hankamrata yang mengandalkan gerilya dan pertahanan pantai tidak lagi relevan jika tidak dikombinasikan dengan kesiapan menghadapi serangan langsung berbasis teknologi modern.

“Jadi ini modern warfare, modern technology, modern doctrine, semuanya harus siap. Dan kalau hybrid, intinya tidak memilih. Semuanya harus siap dilakukan. Intinya begitu,” tegasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending