Connect with us

Entertainment

Jenazah Liam Payne Segera Dipulangkan ke Inggris untuk Pemakaman

Jenazah Liam Payne dijadwalkan dipulangkan ke Inggris setelah uji toksikologi di Argentina.

Actress 1299250

Published

on

Jenazah Liam Payne Segera Dipulangkan ke Inggris untuk Pemakaman
Jenazah Liam Payne Segera Dipulangkan ke Inggris untuk Pemakaman. Gambar : Dok. Neil Mockford/FilmMagic

MPN Indonesia 30 Oktober 2024 - Jenazah Liam Payne, mantan anggota boyband One Direction, dijadwalkan dipulangkan ke Inggris pada November 2024 setelah kematiannya di Buenos Aires, Argentina, pada 16 Oktober 2024.

Berdasarkan laporan The Mirror UK, jenazah Payne masih berada di Buenos Aires untuk proses uji toksikologi yang diperkirakan memerlukan waktu 10 hingga 15 hari.

Setelah hasil uji diterima, jenazah Payne akan dibawa ke Wolverhampton, Inggris, untuk pemakaman.

Pemulangan Jenazah Liam Payne ke Inggris

Proses pemulangan jenazah Payne telah menarik perhatian publik dan penggemarnya di seluruh dunia.

Keluarga Payne, terutama ayahnya, Geoff Payne, tengah mengupayakan agar tidak ada kendala dalam proses pengangkutan jenazah dari Argentina ke Inggris.

Menurut sumber terdekat keluarga, mereka berharap pemulangan dapat segera dilakukan agar Payne dapat kembali ke tempat seharusnya.

“Orang-orang yang dicintai Liam hanya ingin jenazahnya pulang,” ungkap sumber tersebut kepada The Mirror UK.

Keluarga Payne juga bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan kelancaran proses pemulangan, termasuk meminimalkan gangguan selama penerbangan menuju Inggris.

Saat ini, Geoff Payne berada di Argentina dan telah mengunjungi tugu peringatan yang didirikan oleh penggemar di dekat hotel tempat Liam Payne ditemukan.

Penyebab Kematian dan Uji Toksikologi

Hasil uji toksikologi yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan atas penyebab kematian Liam Payne.

Berdasarkan temuan awal, terdapat beberapa zat dalam tubuh penyanyi berusia 30 tahun itu saat insiden terjadi.

Zat yang ditemukan termasuk kokain pink, benzodiazepin, crack, dan zat rekreasional lainnya.

Kokain pink, campuran dari metamfetamin, ketamin, dan MDMA, dilaporkan berada dalam sistem tubuh Payne saat ia terjatuh dari balkon lantai tiga hotel tempatnya menginap di Buenos Aires.

Baca Juga:  Ahmad Dhani bakal Gelar Pesta Mewah untuk Pernikahan Putri Mulan Jameela

Polisi juga menemukan pipa aluminium rakitan di kamarnya, yang diduga digunakan sebagai alat konsumsi obat-obatan.

Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa penyalahgunaan narkoba mungkin menjadi salah satu faktor penyebab kematiannya.

Meskipun begitu, pihak keluarga Payne masih menunggu hasil lengkap uji toksikologi sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.

Trending