Berita
Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh
Mangrove Reserve Formation memperkenalkan gerakan konservasi mangrove di Aceh dengan membuka peluang kolaborasi bersama mahasiswa dan masyarakat.
MPN Indonesia 27 Oktober 2026 - Yayasan Mangrove Reserve Formation (MRF) mulai membangun kolaborasi dengan mahasiswa dan masyarakat untuk mendukung pelestarian hutan mangrove di Aceh.
Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama mahasiswa Universitas Samudra dan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, serta pembahasan berbagai persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat pesisir.
Kegiatan ini dipimpin oleh pendiri MRF, Muhammad Rayyan Fallsa dan Allya Takeisha Fallsa, bersama jajaran pengurus yayasan.
Melalui pertemuan tersebut, Yayasan MRF memperkenalkan arah kegiatannya sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan konservasi lingkungan.
MRF Libatkan Mahasiswa dalam Pelestarian Mangrove

MRF menggelar pertemuan perdana bersama mahasiswa Universitas Samudra di Mr. Kofie, Alur Dua, Kota Langsa, dengan dukungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) setempat.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus yayasan memperkenalkan visi, misi, serta rencana kegiatan perlindungan mangrove kepada mahasiswa.
Pembahasan mencakup pentingnya mangrove dalam mencegah abrasi, menyimpan karbon, menjaga habitat satwa, serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
MRF juga membuka peluang keterlibatan mahasiswa melalui penelitian, edukasi lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, dan kegiatan pemulihan ekosistem.
Selain Universitas Samudra, MRF mengadakan diskusi terbuka bersama mahasiswa IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.
Pertemuan tersebut berfokus pada kebutuhan masyarakat serta tantangan perlindungan lingkungan di Langsa dan sekitarnya.
Mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai persoalan sosial maupun lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan MRF dalam mengembangkan program konservasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah pesisir.
Keterlibatan Masyarakat dalam Menjaga Ekosistem Mangrove
Selain melibatkan mahasiswa, upaya pelestarian mangrove di Aceh juga mendapat perhatian dari organisasi masyarakat, salah satunya Koperasi Bina Meupakat.
Dalam Rapat Tahunan Koperasi pada Minggu (25/10), Koperasi Bina Meupakat menyepakati perubahan arah kegiatan dari pemanfaatan sumber daya kayu menuju perlindungan dan pelestarian ekosistem mangrove.
Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepahaman yang terbentuk sejak tiga tahun lalu, ketika koperasi memperoleh izin pemanfaatan kayu.
Melalui keputusan itu, koperasi berupaya mengutamakan kelestarian kawasan mangrove sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Yayasan berharap keterlibatan berbagai pihak dapat memperkuat upaya pelestarian mangrove dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir Aceh.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
