Connect with us

Entertainment

Jordi Onsu Ogah Makan Daging Babi meski di Luar Negeri, Gegara Mualaf?

Jordi Onsu mengungkap alasan di balik kebiasaannya yang tidak mengonsumsi daging babi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Adinda

Published

on

Jordi Onsu Tetap Pantang Babi saat di Luar Negeri, Ini Alasannya
Jordi Onsu ogah makan daging babi | Gambar : Tangkapan Layar YouTube/Jordi Onsu

MPN Indonesia 2 November 2024 - Adik Ruben Onsu, Jordi Onsu mengungkap alasan di balik kebiasaannya yang tidak mengonsumsi daging babi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Hal ini terungkap dalam video berjudul Mualaf, yang dirilis dalam dua episode belum lama ini.

Dalam video tersebut, Jordi berbicara tentang pandangan pribadinya mengenai agama, toleransi, dan kebiasaan hidup yang ia jalani sejak kecil, termasuk keengganannya mengonsumsi daging babi.

Terbiasa Menghindari Makan Daging Babi sejak Kecil

Kebiasaan menghindari daging babi ini, menurut Jordi, berakar dari ajaran sang ibu sejak ia masih kecil.

Meski keluarganya tidak menganut agama yang melarang konsumsi babi, ibunya menerapkan aturan ketat terkait penggunaan peralatan makan di rumah.

Sang ibu memastikan tidak ada peralatan dapur yang digunakan untuk makanan berbahan dasar babi.

Jordi mengisahkan bahwa jika ayahnya ingin makan daging babi, ia tidak diizinkan menggunakan peralatan makan dari rumah, melainkan hanya kertas nasi sebagai alas makan.

“Di rumah, bokap gue gak boleh makan-makanan yang mengandung babi pakai peralatan rumah. Jadi lu bayangin bapak gue kalo mau makan bebong di rumah dulu, itu dia tuh pakai kertas nasi, ga boleh pakai piring,” ungkap Jordi.

Merasa Jijik dengan Daging Babi

Jordi juga menyampaikan bahwa perasaan jijik terhadap daging babi telah tertanam dalam dirinya.

Meskipun agama Kristen yang dianutnya tidak melarang konsumsi babi, ia merasa jijik karena terbiasa melihat ibunya menganggap daging babi sebagai sesuatu yang najis.

“Kata nyokap gue ‘ih gue najis ya, gue jijik. Nggak mau ya alat makan gue ada minyak babinya’,” kenang Jordi.

Baca Juga:  Ivan Gunawan Rutin Sedekah Subuh, Sediakan Sarapan Gratis untuk Tetangga

Perasaan jijik ini bukan hanya berasal dari ajaran ibunya, tetapi juga dari kesan pribadinya terhadap daging babi. Jordi merasa tekstur dan aroma daging babi kurang menarik baginya.

“Gue kayak kebayang gitu tahu nggak, daging putih sebonggol gini, iyuh, gue nggak bisa makan, sama baunya,” tambahnya.

Tetap Tak Konsumsi Babi meski di Luar Negeri

Kebiasaan tidak mengonsumsi babi ini juga tetap ia pertahankan saat berada di luar negeri. Meskipun memiliki beragam pilihan kuliner, Jordi memilih untuk tetap pantang makan daging babi.

Menurut Jordi, ini bukan sekadar persoalan keyakinan atau budaya, melainkan preferensi pribadi yang membuatnya lebih nyaman.

Selain tidak mengonsumsi babi, ia juga menghindari makanan laut (seafood). Akibatnya, Jordi lebih sering memilih makanan seperti ayam atau kuliner khas Indonesia yang ia anggap aman dan sesuai seleranya.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending