Connect with us

Otomotif

Pemula Wajib Tahu! Ini Kesalahan Mengemudi Mobil Matic yang Sering Dilakukan

Dari salah memindahkan gigi hingga lupa ganti oli transmisi, inilah 12 kesalahan mengemudi mobil matik yang wajib dihindari

Logompn

Published

on

Pemula Wajib Tahu! Ini Kesalahan Mengemudi Mobil Matic yang Sering Dilakukan
Pemula Wajib Tahu! Ini Kesalahan Mengemudi Mobil Matic yang Sering Dilakukan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 April 2026 - Pengguna mobil matik, terutama yang masih dalam tahap belajar, kerap melakukan kesalahan dasar saat berkendara, mulai dari keliru memindahkan posisi transmisi, membiarkan tuas tetap di “D” saat berhenti, hingga penggunaan pedal yang kurang tepat.

Kekeliruan ini umumnya terjadi dalam situasi sehari-hari seperti kemacetan, lampu merah, tanjakan, turunan panjang, parkir paralel, hingga kondisi darurat ketika kendaraan perlu dipindahkan atau diderek.

Dampaknya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja transmisi dan sistem pengereman.

Dalam jangka panjang, kebiasaan yang tidak tepat bisa memicu panas berlebih pada komponen, mempercepat keausan, serta meningkatkan risiko kecelakaan akibat kesalahan kontrol atau perpindahan gigi.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai fungsi setiap posisi tuas, teknik penggunaan pedal yang benar, serta prosedur aman saat berhenti, menanjak, menurun, parkir, dan melakukan perawatan berkala menjadi hal penting untuk menjaga performa kendaraan sekaligus keselamatan di jalan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Suzuki, berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula saat mengemudi mobil matik.

1. Salah Memilih dan Memindahkan Gigi Transmisi

Pemula sering belum memahami fungsi posisi P, R, N, dan D pada mobil matik.

Kesalahan seperti memindahkan gigi saat mobil masih bergerak dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem transmisi.

Karena itu, penting memastikan kendaraan benar-benar berhenti sebelum mengganti posisi gigi.

2. Menahan Tuas di Posisi D Saat Berhenti Lama

Kebiasaan tetap berada di posisi D saat lampu merah membuat sistem transmisi terus bekerja.

Hal ini dapat meningkatkan suhu mesin dan mempercepat keausan komponen. Sebaiknya pindahkan ke posisi N dan aktifkan rem parkir saat berhenti cukup lama.

3. Menggunakan Dua Kaki untuk Gas dan Rem

Menggunakan kaki kiri untuk rem dan kaki kanan untuk gas dapat mengurangi kontrol kendaraan.

Pemula biasanya belum memiliki feeling yang tepat, sehingga pengereman bisa terlalu keras atau kurang responsif. Gunakan satu kaki saja, yaitu kaki kanan, untuk kedua pedal.

4. Salah Menggunakan Mode Gigi (D dan L)

Kesalahan dalam memilih mode gigi, seperti selalu menggunakan D atau L, dapat berdampak pada performa kendaraan.

Mode L sebaiknya digunakan pada kondisi tertentu seperti turunan, sedangkan D digunakan untuk berkendara normal.

Penggunaan yang tidak tepat bisa mempercepat kerusakan transmisi atau mengurangi kontrol kendaraan.

5. Tidak Menggunakan Gigi Rendah saat Tanjakan

Saat menanjak, pemula sering hanya mengandalkan posisi D tanpa memanfaatkan gigi rendah. Hal ini bisa menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga atau bahkan mundur.

Menggunakan gigi rendah membantu meningkatkan torsi dan menjaga kestabilan mobil.

6. Salah Memasukkan Gigi Transmisi

Kesalahan memasukkan gigi, seperti ingin maju tetapi masuk R, sering terjadi karena terburu-buru.

Hal ini berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, pengemudi harus memastikan posisi gigi dengan melihat indikator sebelum menjalankan kendaraan.

7. Over-Revving atau Menginjak Gas Berlebihan

Menekan pedal gas secara berlebihan dapat membuat putaran mesin terlalu tinggi.

Kondisi ini tidak hanya boros bahan bakar, tetapi juga mempercepat kerusakan mesin. Pengemudi sebaiknya menekan gas secara halus dan bertahap.

8. Mengabaikan Mode Manual

Banyak pemula tidak memanfaatkan fitur mode manual pada mobil matik.

Padahal, fitur ini sangat membantu dalam kondisi tertentu seperti tanjakan atau turunan curam.

Dengan mode manual, pengemudi dapat mengontrol perpindahan gigi secara lebih optimal.

9. Salah Prosedur Saat Menderek Mobil

Menderek mobil matik tanpa mengangkat roda penggerak dapat merusak transmisi.

Hal ini terjadi karena tidak adanya sirkulasi oli saat mesin mati. Untuk menghindari kerusakan, mobil sebaiknya diderek menggunakan towing atau mobil gendong.

10. Tidak Menginjak Rem saat Menyalakan Mesin

Kesalahan ini sering terjadi pada pemula yang belum terbiasa dengan prosedur mobil matik.

Tanpa menginjak rem, mesin biasanya tidak akan menyala sebagai sistem pengaman. Selain itu, langkah ini penting untuk mencegah mobil bergerak tiba-tiba.

11. Salah Posisi Transmisi saat Parkir Paralel

Menempatkan tuas di posisi P saat parkir paralel dapat menyulitkan mobil untuk dipindahkan.

Dalam kondisi tertentu, mobil perlu didorong agar kendaraan lain bisa keluar. Oleh karena itu, gunakan posisi N jika diperlukan, dengan tetap memperhatikan keamanan.

12. Lupa Mengganti Oli Transmisi

Perawatan seperti mengganti oli transmisi sering diabaikan oleh pemula.

Oli berfungsi melumasi dan menjaga kinerja komponen transmisi. Jika tidak diganti secara berkala, risiko kerusakan akan meningkat dan biaya perbaikan bisa lebih besar.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Continue Reading

Trending