Connect with us

Viral

Viral! Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Meninggal Dunia usai Tolak Beri Uang Preman

Seorang tuan rumah hajatan di Jawa Barat meninggal setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok pemuda mabuk.

Logompn

Published

on

Viral! Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Meninggal Dunia usai Tolak Beri Uang Preman
Viral! Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Meninggal Dunia usai Tolak Beri Uang Preman | Gambar: X/@neVerAl0nely___

MPN Indonesia 6 April 2026 - Seorang tuan rumah hajatan bernama Dadang, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok pemuda dalam kondisi mabuk pada Sabtu (4/4).

Peristiwa yang terjadi saat pesta pernikahan anaknya itu diduga dipicu permintaan uang oleh para pelaku yang tidak dipenuhi, sehingga berujung pada aksi kekerasan.

Insiden tersebut terjadi ketika sejumlah orang yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras mendatangi lokasi hajatan.

Kronologi Pengeroyokan

Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula ketika sejumlah orang datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pihak keluarga.

“Saya dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp100 ribu,” ujar adik korban, Wahyudin, di Mapolres Purwakarta, Sabtu (4/4) malam, dikutip MPN Indonesia dari detikJabar.

Sekitar satu jam setelah pemberian uang pertama itu, kelompok tersebut kembali ke lokasi dan meminta tambahan uang.

“Yang kedua minta Rp500 ribu, kakak saya menolak,” katanya.

“Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang,” ungkap Wahyudin.

Keterangan Polisi

Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menjelaskan bahwa kericuhan dipicu oleh kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Dikarenakan di bawah pengaruh minuman keras, orang tersebut marah dan memicu kericuhan,” kata Firman, Minggu (5/4).

Di hadapan tamu undangan dan keluarga, termasuk anaknya yang sedang duduk di pelaminan, korban dipukul menggunakan bambu.

“Korban dipukul menggunakan sebilah bambu ke bagian belakang kepala,” ungkap Firman.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.

Baca Juga:  KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta Api Imbas Banjir di Pekalongan

Korban sempat dilarikan ke RS Bhakti Husada, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Dalam kasus kriminal ini, satu pelaku bernama Kendi Renaldi (34) telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta.

(AKM/NID/RAD)

Trending