Connect with us

Selebriti

Ini Tanggapan Ben Kasyafani soal Sienna Lepas Hijab

Ben Kasyafani buka suara soal keputusan putrinya melepas hijab, sebut sebagai proses pertumbuhan Sienna sebagai remaja.

Logompn

Published

on

Ini Tanggapan Ben Kasyafani soal Sienna Lepas Hijab
Ini Tanggapan Ben Kasyafani soal Sienna Lepas Hijab. Gambar: Kolase Instagram/@benkasyafani / Instagram/@marshanda99

MPN Indonesia 8 April 2026 - Keputusan Sienna Ameerah Kasyafani, putri dari Ben Kasyafani dan Marshanda, untuk melepas hijab menjadi perbincangan hangat publik.

Menanggapi hal tersebut, Ben Kasyafani akhirnya buka suara saat ditemui di kawasan Jakarta Timur pada Minggu (5/4).

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi Sienna yang sedang berada dalam masa transisi remaja, serta tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun.

Ia menilai keputusan tersebut merupakan bagian dari proses pertumbuhan Sienna yang kini berusia 13 tahun.

“Ya namanya perempuanlah. Perempuan tuh pasti tahulah. Kita nggak perlu bercerita pasti ada pergolakan batinnya,” kata Ben kepada awak media.

Ben juga menegaskan bahwa keputusan Sienna sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri dan bukan karena pengaruh Marshanda maupun pihak lain.

Ia menolak anggapan yang menyudutkan orang dewasa di sekitar anaknya.

“Kalau aku boleh koreksi, hal yang paling salah itu adalah menyudutkan, important adults, orang-orang yang penting, yang dewasa (di sekitar Sienna),” tegasnya.

Komunikasi antara Ben dan Marshanda disebut tetap berjalan baik demi mendukung tumbuh kembang anak mereka.

Komunikasi Orang Tua dan Dukungan untuk Sienna

Ben Kasyafani mengungkapkan bahwa sejak awal penggunaan hijab oleh Sienna juga merupakan keputusan pribadi sang anak.

Ia menjelaskan bahwa saat itu Sienna memutuskan mengenakan hijab sekitar dua minggu sebelum mengalami menstruasi pertama.

“Waktu dia menggunakan hijab itu, kalau nggak salah dua minggu sebelum dia datang bulan, jadi memang dari dia sendiri,” ungkap Ben.

Ben mengaku sempat merasa cemas terhadap dampak komentar publik terhadap kondisi psikologis anaknya.

“Terus mulai rame, orang banyak ngomong, aku juga agak deg-degan. Deg-degan tuh maksudnya gini, pada saat berpakaian bagus orang oke, cuman begitu nggak, begitu tiba-tiba namanya si anak umur tiga belas kan, tiga belas tahun ya, dia masih, namanya perempuan gitu. Takutnya jadi polemik lagi. Tapi untungnya nggak terlalu ini sih. Semuanya ngasih support kok,” ujarnya.

Baca Juga:  Turun 50 kg, Ivan Gunawan Bahagia Bisa Duduk di Kursi Ekonomi Pesawat

Menurut Ben, hubungan dirinya dengan Sienna terjalin sangat dekat sehingga komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menghadapi situasi tersebut.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendamping yang mau mendengarkan.

“Aku sama Sienna tuh udah kayak temen lah. Jadi aku bilang sama dia dari awal, pokoknya ada keresahan hati, ada yang pengen dilakukan dia sebaiknya share. Jangan ya kita daripada umpet-umpetan apa segala macem,” katanya.

Ben juga menyoroti perubahan pola asuh di era modern yang menuntut orang tua untuk lebih fleksibel dalam mendampingi anak.

“Tapi kan sekarang zamannya sudah berubah. Bukan bermaksud jadi orang tua yang lemah dan sepertinya cuman ngikut anak, bukan. Tapi kadang-kadang ada usia di mana kita harus memutuskan mau jadi orang tua atau mau jadi sahabatnya gitu,” terangnya.

Sebagai orang tua, Ben mengakui adanya pergolakan batin dalam menerima keputusan tersebut, namun ia melihatnya sebagai bagian dari tanggung jawab dan proses pembelajaran.

“Pasti ada lah. Ya mungkin pertanggungjawaban sebagai orang tua ya. Ya memang tempatnya kita orang tua kan tempatnya kecewa, tempatnya untuk bersusah payah, tempatnya untuk bekerja,” tuturnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending