Connect with us

Berita

Nyak Sandang Penyumbang Dana Pembelian Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia, Ini Jasanya untuk Negara

Nyak Sandang, salah satu donatur pesawat pertama Indonesia asal Aceh, meninggal dunia diusia 100 tahun.

Logompn

Published

on

Nyak Sandang Penyumbang Dana Pembelian Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia, Ini Jasanya untuk Negara
Nyak Sandang Penyumbang Dana Pembelian Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia, Ini Jasanya untuk Negara. Gambar: X/@setkabgoid

Aceh, MPN Indonesia 8 April 2026 - Kabar duka datang dari Aceh. Nyak Sandang, yang dikenal sebagai penyumbang dana pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, meninggal dunia pada Selasa (7/4) sekitar pukul 12.00–12.20 WIB di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Almarhum wafat dalam usia 100 tahun setelah kondisi kesehatannya menurun karena faktor usia.

Camat Kecamatan Jaya, Syamsuddin Rani, membenarkan kabar duka tersebut dan menyampaikan bahwa masyarakat setempat sangat kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan.

“Iya benar, Nyak Sandang meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi.

“Kami semua berduka atas kepulangan beliau,” tambahnya.

Keluarga menyampaikan bahwa Nyak Sandang tidak menderita penyakit berat sebelum wafat.

Cucu Almarhum, Ataillah, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan kakeknya melemah secara alami seiring bertambahnya usia.

“Kondisinya memang sudah melemah, tapi bukan sakit parah yang harus dirawat di rumah sakit. Usia beliau genap sekitar 100 tahun,” kata Ataillah dalam keterangannya.

Jasa Nyak Sandang bagi Negara

Nyak Sandang tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh dari Aceh yang berkontribusi besar dalam pengadaan pesawat pertama Republik Indonesia.

Pada usia 23 tahun, ia menjual sepetak tanah yang memiliki sekitar 40 batang kelapa senilai Rp100 perak serta menyumbangkan emas seberat 10 gram.

Hasil penjualan dan emas tersebut diserahkan kepada pemerintah Indonesia pada tahun 1950.

Kontribusi Nyak Sandang merupakan bagian dari sumbangan masyarakat Aceh yang mencapai 120.000 dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni.

Dana tersebut digunakan oleh Presiden Soekarno untuk membeli dua unit pesawat yang kemudian diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002, yang menjadi cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Video Cuek Saat Disapa Warga Viral

Bukti sumbangan tersebut tercatat dalam bentuk surat obligasi pemerintah yang masih disimpan oleh Nyak Sandang dan pertama kali diketahui publik pada 2018.

Atas jasa besarnya, Nyak Sandang menerima berbagai penghargaan dari negara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (25/8/2025).

Pada momen tersebut, Presiden Prabowo berlutut untuk menyematkan penghargaan kepada Almarhum yang hadir menggunakan kursi roda, disambut tepuk tangan para hadirin sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya.

Penghormatan dan Kenangan

Ucapan duka juga disampaikan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang mengenang Almarhum sebagai sosok yang berjasa bagi bangsa melalui unggahan media sosialnya.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Teungku Nyak Sandang,” tulis Muzakir, dikutip MPN Indonesia melaui Instagram @muzakirmanaf1964 pada Rabu (8/4). 

“Almarhum merupakan sosok yang sangat berjasa, khususnya melalui kontribusinya dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Rabu (21/3/2018), Nyak Sandang juga pernah diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan beberapa permohonan, termasuk bantuan operasi katarak, pembangunan masjid di kampung halamannya di Lamno, serta keinginan menunaikan ibadah haji.

Masjid yang dimohonkan tersebut kini telah berdiri tidak jauh dari kediaman Almarhum, menjadi salah satu warisan yang dapat dikenang oleh masyarakat setempat.

Kepergian Nyak Sandang meninggalkan jejak sejarah penting bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam perjuangan awal pengadaan armada udara nasional yang berperan dalam konektivitas negara kepulauan.

(AKM/NID/RAD)

Trending