Connect with us

Berita

Tupperware Lolos dari Kebangkrutan, BikinPerjanjian Baru dengan Investor

Tupperware tak jadi bangkrut usai Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat menyetujui rencana restrukturisasi yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi.

Adinda

Published

on

Tupperware Lolos dari Kebangkrutan, Dikabarkan Bangun Perjanjian Baru dengan Investor
Tupperware tak jadi bangkrut | Gambar : Tupperware

MPN Indonesia 4 November 2024 - Tupperware berhasil menghindari kebangkrutan setelah Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat menyetujui rencana restrukturisasi yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi.

Perusahaan wadah plastik ikonik berbasis di Massachusetts ini menerima dana segar dan pelonggaran utang dari investor untuk memulai kembali bisnis korporasi mereka.

Jual Aset ke Pemberi Pinjaman

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Tupperware akan menjual hak merek dan sejumlah aset utama kepada kelompok pemberi pinjaman dengan imbalan dana senilai USD23,5 juta (sekitar Rp369 miliar) serta pengurangan utang sebesar USD63 juta (sekitar Rp991 miliar).

Langkah ini bertujuan menyeimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang sebelumnya terlilit utang.

Pada persidangan 1 November 2024, pengacara Tupperware, Spencer Winters menyebut kesepakatan tersebut sebagai solusi penting untuk menyelamatkan masa depan perusahaan.

“Ini adalah resolusi global yang sangat diperlukan,” kata Winters, seraya menyebut perjanjian ini sebagai “hasil yang luar biasa” untuk mempertahankan operasi bisnis, menjaga hubungan pelanggan, serta melindungi lapangan kerja yang ada.

Ada Peralihan Kepemilikan

Sesuai dengan ketentuan kesepakatan, Tupperware akan menjadi perusahaan swasta di bawah kepemilikan baru.

Investor baru termasuk Stonehill Capital Management dan Alden Global Capital akan mengambil alih kendali, menjadikan Tupperware sebagai perusahaan tertutup dan menghapusnya dari bursa saham.

Langkah privatisasi ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi Tupperware dalam mengelola strategi tanpa tekanan dari pasar saham.

Dukungan manajerial dan finansial dari investor baru diharapkan memberikan fondasi kokoh bagi Tupperware untuk memulihkan diri dari krisis finansial.

Punya Utang USD1,2 Miliar

Sejak awal 2000-an, Tupperware berupaya untuk mengembalikan kejayaan mereka, tetapi pasar yang semakin kompetitif memperburuk situasi finansial perusahaan.

Baca Juga:  Kanaya Printing: Solusi Percetakan dengan Harga Terjangkau dan Kualitas Premium

Pandemi COVID-19 sempat meningkatkan penjualan ketika lebih banyak orang memasak di rumah, namun lonjakan ini hanya sementara dan tidak cukup mengatasi utang Tupperware yang mencapai lebih dari USD1,2 miliar.

Pada September 2023, Tupperware mengajukan kebangkrutan akibat tingginya utang dan kesulitan likuiditas, memicu upaya untuk mencari investor yang bersedia memberikan dana segar dan membantu restrukturisasi keuangan perusahaan.

Sejarah Tupperware

Didirikan pada 1946 oleh ahli kimia Earl Tupper, Tupperware dikenal karena wadah plastik kedap udaranya yang membantu makanan tetap segar lebih lama.

Produk ini populer di pertengahan abad ke-20 melalui model penjualan langsung “pesta Tupperware”.

Namun, meski telah memperluas lini produk ke peralatan dapur lainnya, perusahaan menghadapi persaingan ketat dari merek-merek seperti Rubbermaid dan OXO yang menawarkan produk dengan desain dan teknologi modern.

Tren konsumen yang beralih ke wadah berbahan kaca juga menambah tantangan bagi produk berbahan plastik dari Tupperware.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending