Politik
Wagub Kalbar Ngamuk Dibandingkan dengan Dedi Mulyadi, KDM: Maaf jika Pembangunan di Jawa Barat Singgung Daerah Lain
Dedi Mulyadi minta maaf ke Krisantus Kurniawan usai polemik perbandingan pembangunan fiskal antara Jawa Barat dan Kalimantan Barat.
Kalimantan Barat, MPN Indonesia 13 April 2026 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permintaan maaf kepada Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyusul polemik perbandingan pembangunan antara Jawa Barat dan Kalimantan Barat yang ramai diperbincangkan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial pribadinya setelah sebelumnya Wakil Gubernur Kalimantan Barat viral karena menolak daerahnya dibandingkan dengan Jawa Barat dalam hal pembangunan, khususnya infrastruktur jalan.
Dedi Mulyadi menegaskan tidak pernah bermaksud membandingkan kinerja antardaerah, melainkan fokus pada pembangunan di wilayah yang dipimpinnya.
Kontroversi bermula ketika Wakil Gubernur Kalimantan Barat menanggapi perbandingan yang muncul di masyarakat dengan menyoroti perbedaan luas wilayah dan kemampuan fiskal antara kedua provinsi.
“Saya tegaskan, Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat itu luasnya cuma 43.000 km2, APBD-nya Rp31 triliun. Provinsi Kalimantan Barat 1,11 kali Pulau Jawa, 171.000 km2 itu luas Kalimantan Barat, APBD-nya Rp6 triliun lebih,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf.
“Buat Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya. Mohon maaf, saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” kata Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui TikTok @dedimulyadiofficial pada Senin (13/4).
Polemik Perbandingan Pembangunan Daerah
Dalam pernyataannya, Krisantus Kurniawan bahkan menantang Dedi Mulyadi untuk memimpin daerahnya dengan anggaran terbatas.
“Ada yang mau pinjam Dedi Mulyadi 3 bulan. Suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat, ayo bertukar kita, saya mau lihat, tapi pakai duit Rp6 triliun bangun Kalimantan Barat, ayo!” ujarnya.
“Kalau dia bisa, kucium lututnya,” tambahnya.
Menanggapi tantangan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perbedaan kapasitas fiskal dan luas wilayah menjadi faktor utama yang membedakan pendekatan pembangunan di setiap daerah.
“Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannnya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan luas yang seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal,” katanya sebagai bentuk pengakuan atas tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dengan wilayah yang lebih luas dan anggaran yang lebih kecil.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia tidak ada niat untuk menyinggung daerah lain.
“Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain,” tuturnya, sekaligus mengajak seluruh kepala daerah untuk tetap fokus pada pelayanan kepada masyarakat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
