Connect with us

Politik

Sakit Pinggang, Purbaya Curhat Dapat 8 Suntikan

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya mengalami sakit pinggang.

Logompn

Published

on

Sakit Pinggang, Purbaya Curhat Dapat 8 Suntikan dan Sempat Tak Bisa Berdiri
Sakit Pinggang, Purbaya Curhat Dapat 8 Suntikan. Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 27 April 2026 - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya mengalami sakit pinggang.

Informasi itu disampaikan langsung oleh Purbaya saat menghadiri kegiatan Media Briefing di BPPK Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan, Jumat (24/4).

Dalam kesempatan itu Purbaya terlihat beberapa kali memegang pinggangnya. Ia bahkan sempat bertumpu pada bahu timnya ketika hendak berjalan setelah acara selesai.

“Sampai sekarang sakit juga, ini sakit pinggang. Ini disuntik kemarin 8 titik. Kalau nggak, nggak bisa berdiri nih,” kata Purbaya menanggapi pertanyaan wartawan soal sakit yang dialaminya.

Kelakar Purbaya

Purbaya menjelaskan bahwa sakit pinggang yang dialaminya merupakan akibat kelelahan.

Saat berbincang dengan wartawan, ia sempat berkelakar terkait pertanyaan yang kerap diajukan wartawan.

“Sakit pinggang itu biasa kali kecapekan. Lu (wartawan) nanya gue susah-susahnya jadi susah gue,” lanjut Purbaya sambil bercanda.

Penjelasan soal Kondisi APBN

Di tengah penyampaian kondisi kesehatannya, Purbaya memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi sehat.

Ia menegaskan APBN masih mampu menopang berbagai program pemerintah dan meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi keuangan negara.

Selain itu, Purbaya juga menepis kabar yang menyebut kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.

Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa kondisi keuangan negara masih dalam posisi aman.

Menurutnya, angka Rp120 triliun yang beredar merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI).

Ia menjelaskan total SAL mencapai Rp420 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito on call yang dapat dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Naikkan Defisit di Tengah Konflik Timur Tengah

(AKM/NID/RAD)

Trending