Connect with us

Teknologi

15+ Cara Mengatasi Laptop Lemot, Ternyata Gampang Banget

Ketahui cara mengatasi laptop lemot dengan langkah sederhana seperti restart rutin, update driver, dan membersihkan malware.

Logompn

Published

on

15+ Cara Mengatasi Laptop Lemot, Ternyata Gampang Banget
15+ Cara Mengatasi Laptop Lemot, Ternyata Gampang Banget. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Mei 2026 - Laptop yang berjalan lambat masih menjadi keluhan banyak pengguna, baik untuk kebutuhan kerja, belajar, maupun hiburan.

Perlambatan pada laptop dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari RAM yang tidak mencukupi, hard drive yang hampir penuh, hingga infeksi malware.

Kondisi ini membuat program lebih lama terbuka, sistem sering membeku, dan aplikasi tidak responsif saat digunakan.

Beberapa gejala umum yang muncul ketika laptop mengalami perlambatan antara lain program membutuhkan waktu lebih lama untuk dimulai, proses booting yang lambat, hingga browser yang terasa berat saat membuka banyak tab.

Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut 15 cara yang dapat dilakukan pengguna, dikutip MPN Indonesia melalui Honor pada Sabtu (9/5).

15 Cara Mengatasi Laptop Lemot

1. Restart Laptop secara Berkala

Melakukan restart dapat membantu membersihkan file sementara dan membebaskan RAM yang terbebani proses latar belakang.

Restart laptop setidaknya sekali seminggu untuk performa optimal.

Langkah ini juga membantu menghentikan layanan yang berjalan terus-menerus tanpa disadari.

2. Periksa dan Tingkatkan RAM

RAM berperan penting dalam proses multitasking.

Baca Juga:  Kapan Macbook Neo Dijual di Indonesia? Ini Bocoran Tanggalnya!

Jika kapasitas RAM kurang dari 8GB, sistem akan menggunakan hard drive sebagai memori virtual yang lebih lambat.

Peningkatan RAM dapat memberikan peningkatan performa signifikan, terutama saat membuka banyak aplikasi sekaligus di laptop.

3. Bersihkan dan Kosongkan Ruang Hard Drive

Hard drive yang hampir penuh dapat menurunkan kinerja sistem.

Disarankan menyisakan setidaknya 20% ruang kosong agar sistem dapat bekerja optimal.

Pengguna dapat memanfaatkan fitur pembersihan disk untuk menghapus file sementara, cache, file dump, dan file pembaruan lama.

4. Hapus Program yang Tidak Diperlukan

Program yang jarang digunakan tetap dapat berjalan di latar belakang dan mengonsumsi memori serta CPU.

Menghapus instalasi aplikasi yang tidak diperlukan dapat membantu meringankan beban sistem.

5. Nonaktifkan Program Startup

Banyak aplikasi berjalan otomatis saat laptop dinyalakan.

Menonaktifkan program startup melalui Task Manager dapat mempercepat waktu booting dan mengurangi penggunaan sumber daya di awal sistem berjalan.

6. Perbarui Sistem Operasi

Sistem operasi yang usang dapat menyebabkan penurunan performa dan masalah kompatibilitas.

Pembaruan rutin menghadirkan perbaikan bug serta peningkatan keamanan dan performa.

7. Perbarui Software dan Driver Perangkat Secara Berkala

Perangkat lunak (software) yang sudah usang dapat memperlambat kinerja laptop serta meningkatkan risiko celah keamanan.

Pastikan selalu memeriksa pembaruan untuk sistem operasi, aplikasi, dan driver perangkat.

Dengan begitu, laptop dapat memperoleh peningkatan performa terbaru sekaligus perlindungan keamanan yang lebih optimal.

8. Pindai dan Hapus Malware

Infeksi virus atau malware dapat menguras CPU dan memori.

Pemindaian rutin dengan antivirus tepercaya dianjurkan untuk menjaga stabilitas sistem pada laptop.

9. Optimalkan Penggunaan Browser

Terlalu banyak tab dan ekstensi dapat membebani memori.

Menutup tab yang tidak diperlukan, menghapus cache dan cookie, serta menonaktifkan ekstensi yang jarang digunakan dapat membantu meningkatkan respons browser.

10. Gunakan Pengaturan Daya yang Tepat

Mode Penghemat Daya dapat menurunkan performa untuk menghemat energi.

Baca Juga:  HP Hilang? Ini Cara Lacak dengan Google Maps secara Akurat

Mengubah pengaturan ke mode Performa Tinggi atau Seimbang dapat meningkatkan respons sistem.

11. Lakukan Defragmentasi Hard Drive (Untuk HDD)

Defragmentasi membantu menata ulang data yang tersebar agar lebih terpusat.

Proses ini meningkatkan kecepatan akses data dan kinerja sistem secara keseluruhan.

Namun, langkah ini tidak diperlukan untuk SSD.

12. Ganti Hard Drive dengan SSD

SSD memiliki kecepatan baca dan tulis lebih tinggi dibanding hard drive konvensional.

Penggantian ke SSD dapat mempercepat waktu booting, akses file, dan respons aplikasi secara signifikan pada laptop.

13. Bersihkan Laptop secara Fisik

Penumpukan debu pada ventilasi dan kipas dapat menyebabkan panas berlebih.

Panas berlebih membuat sistem menurunkan performa secara otomatis untuk mencegah kerusakan.

Membersihkan ventilasi dengan udara bertekanan dapat membantu menjaga suhu tetap stabil.

14. Reset atau Perbaiki Sistem Operasi

Jika masalah tetap terjadi, pengguna dapat menggunakan fitur Pemulihan Sistem atau Reset PC untuk mengembalikan sistem ke kondisi sebelumnya.

Langkah ini dilakukan setelah mencadangkan data penting di laptop.

15. Lakukan Perawatan Profesional

Apabila seluruh langkah tidak membuahkan hasil, pemeriksaan oleh teknisi bersertifikat dapat membantu mendiagnosis kemungkinan kerusakan perangkat keras atau gangguan sistem yang lebih kompleks.

Dengan menerapkan langkah yang sesuai dengan kondisi perangkat, pengguna dapat menjaga laptop tetap berjalan lebih responsif dan stabil sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending