Connect with us

Politik

Prabowo dan Xi Jinping Saksikan 7 Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok

Indonesia dan Tiongkok menandatangani 7 perjanjian strategis di Beijing, melibatkan sektor ekonomi biru, mineral hijau, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Arthur

Published

on

Prabowo dan Xi Jinping Saksikan 7 Kerja Sama Strategis Indonesia Tiongkok
Prabowo dan Xi Jinping Saksikan 7 Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok. Gambar : BPMI Setpres/ Muchlis Jr

MPN Indonesia 11 November 2024 - Prabowo Subianto, dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, menyaksikan penandatanganan tujuh perjanjian strategis antara Indonesia dan Tiongkok dalam sebuah prosesi di Great Hall of the People, Beijing, pada Sabtu (9/11).

Penandatanganan ini menandai babak baru dalam diplomasi dan hubungan internasional kedua negara, dengan memperkokoh kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.

Tujuh Perjanjian untuk Penguatan Hubungan Indonesia-Tiongkok

Penandatanganan ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara.

Dari pihak Indonesia hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Sementara itu, perwakilan dari Tiongkok turut hadir mendampingi Xi Jinping.

Adapun perjanjian yang ditandatangani mencakup berbagai sektor, antara lain:

1. Protokol Persyaratan Fitosanitari untuk Ekspor Buah Kelapa Segar
Perjanjian ini mengatur standar fitosanitari yang harus dipenuhi untuk ekspor buah kelapa segar dari Indonesia ke Tiongkok, guna memastikan kualitas produk yang masuk ke pasar Tiongkok.

2. Pedoman Kerja Teknis untuk Mempromosikan Perikanan Tangkap Berkelanjutan
Kerja sama ini bertujuan mendukung perikanan tangkap berkelanjutan, menjaga ekosistem laut, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di kedua negara.

3. Memorandum Saling Pengertian tentang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Biru
Kesepakatan ini menitikberatkan pada pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, termasuk konservasi laut dan pemanfaatan teknologi dalam sektor perikanan.

4. Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Sumber Daya Mineral
Perjanjian ini melibatkan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya mineral yang efektif melalui pertukaran teknologi dan informasi.

Baca Juga:  Prabowo: Giant Sea Wall akan Dibangun Mulai 2027

5. Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Mineral Hijau
Komitmen ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan dari sektor pertambangan, termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan dalam penambangan dan pengolahan mineral.

6. Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Bidang Sumber Daya Air
Kerja sama ini mencakup pengembangan infrastruktur pengelolaan air secara berkelanjutan, yang mendukung pertanian serta pemenuhan kebutuhan air bersih.

7. Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Penilaian Kesesuaian
Kesepakatan ini bertujuan memperkuat standar dan prosedur penilaian kesesuaian produk yang diperdagangkan antara Indonesia dan Tiongkok, guna meningkatkan akses pasar dan keamanan produk.

Memperkuat Diplomasi dan Hubungan Internasional

Ketujuh perjanjian ini menjadi bukti pendekatan diplomasi dan hubungan internasional yang komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok.

Dalam kerja sama ini, Indonesia dan Tiongkok berkomitmen untuk memperluas hubungan di berbagai sektor, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.

Kerja sama ini menegaskan posisi Indonesia dan Tiongkok sebagai mitra strategis di kawasan Asia.

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Xi Jinping, diharapkan kedua negara dapat mempererat hubungan dalam mempromosikan ekonomi biru, mineral hijau, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Langkah Strategis bagi Hubungan Indonesia-Tiongkok

Perjanjian bilateral ini dipandang sebagai langkah penting dengan potensi dampak positif jangka panjang.

Selain mengoptimalkan sektor perdagangan dan investasi, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat stabilitas lingkungan melalui praktik yang berkelanjutan.

Dengan adanya pedoman teknis dan protokol yang jelas, Indonesia dan Tiongkok memiliki landasan kokoh dalam mengimplementasikan setiap kesepakatan.

Trending