Connect with us

Selebriti

Erika Carlina Sebut Baby Andrew Punya DNA Trauma, Usia 13 Tahun Harus Dibawa ke Psikolog

Erika Carlina mengungkap kondisi psikologis putranya, Andrew Raxy Neil, yang disebut memiliki “DNA trauma”.

Logompn

Published

on

Erika Carlina SebutBaby Andrew Punya DNA Trauma, Usia 13 Tahun Harus Dibawa ke Psikolog
Erika Carlina Sebut Baby Andrew Punya DNA Trauma, Usia 13 Tahun Harus Dibawa ke Psikolog. Gambar: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 31 Mei 2026 - Erika Carlina mengungkap kondisi psikologis putranya, Andrew Raxy Neil, yang disebut memiliki “DNA trauma” akibat tekanan emosional yang ia alami selama masa kehamilan.

Erika Carlina menyebut dirinya mendapat informasi itu dari seseorang yang pernah bertemu dengan Baby Andrew.

“Ada satu orang yang ketemu sama gue, melihat Endu tuh bilang katanya ada DNA trauma,” kata Erika Carlina, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Minggu (31/5).

Bukan Klaim Opini Belaka

Erika menegaskan bahwa klaim sang anak memiliki DNA trauma bukan sekadar opini tanpa dasar.

Menurutnya, ada penjelasan ilmiah yang menjelaskan bahwa kondisi psikologis ibu saat mengandung bisa menular pada anak yang dikandungnya.

“Memang sudah terbukti di mana ketika ibu hamil dia stres, dia banyak sedih, dia banyak memendam, itu akan masuk ke DNA bayinya,” jelasnya.

Dampak bagi Mental Andrew

Erika memaparkan dampak nyata dari DNA trauma ini yang diprediksi akan muncul saat Endu beranjak dewasa.

Anak yang membawa DNA trauma tersebut cenderung tumbuh menjadi sosok pelindung atau “pahlawan”, namun dalam konotasi yang kurang sehat.

Sang anak secara tidak sadar akan memikul tanggung jawab moral atas seluruh kesedihan dan penderitaan yang diderita oleh sang ibu.

“And someday Endu sudah beranjak dewasa, dia akan menjadi sosok laki-laki yang akan menjadi pahlawan yang kayak pahlawan in the bad way sebenarnya,” jelasnya.

“Jadi kayak apa yang gua rasakan itu menjadi tanggung jawab dia. Kayak yang seharusnya enggak perlu dia pikirkan dia akan menjadi pelindung,” sambung dia.

Baca Juga:  Kabar Gembira dari Kerajaan Brunei! Prince Mateen dan Istri Sambut Kelahiran Anak Pertama

Kondisi ini diprediksi tidak hanya memengaruhi hubungannya dengan sang ibu, melainkan akan meluas ke kehidupan asmaranya kelak.

“Dan seseorang ini pun bilang kalau untuk ibunya, baik, tapi nanti ketika dia punya pasangan, semua masalahnya pacarnya akan menjadi masalah dia dan dia akan memecahkan semua masalah itu,” ujar Erika.

“Dia akan menjadi pokoknya masalah lu, masalah gue. Jadi dia simpan semua masalah orang-orang di sekitarnya dan dia akan mencoba menyelesaikan masalah itu. Sampai dia hancur sendiri dan itu enggak baik untuk kesehatan mentalnya,” tambahnya.

Erika Diminta Bawa Andrew ke Psikolog

Mengingat dampak jangka panjang yang cukup mengkhawatirkan tersebut, Erika Carlina diberikan arahan untuk mengajak sang anak ke psikologis sejak dini.

Melalui bantuan profesional medis kelak, Endu harus diberikan pemahaman penuh bahwa emosi dan masalah yang ada di lingkungan sekitarnya bukanlah tanggung jawab yang harus ia pikul sendirian.

“Seseorang ini bilang, gua harus bawa Endu ke psikolog nanti ketika umur 13 tahun. Harus dikasih tahu bahwasanya semua yang ada di sekitar kamu itu bukan tanggung jawab kamu,” jelasnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending