Connect with us

Viral

Gara-Gara Charger Hilang, ART di Bogor Tewas Dianiaya Temannya

Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R (26) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga rekan kerjanya.

Logompn

Published

on

Gara Gara Charger Hilang, ART di Bogor Tewas Dianiaya Temannya
Gara-Gara Charger Hilang, ART di Bogor Tewas Dianiaya Temannya. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 3 Juni 2026 - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R (26) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga rekan kerjanya.

Peristiwa itu terjadi di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

Awal Mula Kejadian

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menjelaskan, peristiwa bermula ketika pemilik rumah mencari charger yang hilang.

“Pemilik rumah mencari charger, barang itu hilang. Kemudian disampaikan ke empat pembantunya untuk dicari dan diminta bertanggung jawab apabila tidak ditemukan,” ujar Edison, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, Rabu (3/6).

Setelah dua hari pencarian tidak membuahkan hasil, korban dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Tiga temannya kesal kepada korban karena barang itu tidak ketemu,” kata Edison.

Korban Disiram Pakai Air Panas

Ketegangan meningkat pada siang hari. Sekitar pukul 14.00 WIB, salah satu pelaku mengancam akan menyiram korban dengan air panas apabila charger tidak ditemukan.

“Ancaman tersebut kemudian benar-benar dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB,” ujarnya.

Pelaku berinisial J kemudian meminta korban membuka pakaian dan masuk ke kamar mandi.

“Korban ketakutan karena ada tiga orang, akhirnya buka baju, tinggal BH dan celana, lalu masuk kamar mandi. Di sana korban disiram air panas melalui shower. Air panas tersebut ditampung di ember, lalu disiramkan ke korban secara bergantian,” paparnya.

Selain disiram air panas secara bergantian oleh J, F, dan D, korban juga mengalami kekerasan lain.

“Saat disiram, korban menjerit kesakitan. Kemudian mulutnya dipukul menggunakan botol semprot,” ujar Edison.

Baca Juga:  Petshop di Serpong Dibobol Maling, Rugi Belasan Juta

Setelah kejadian, korban ditinggalkan sekitar 15 menit di kamar mandi sebelum dipindahkan ke kamar ART dan diberi perawatan seadanya.

Korban Meninggal

Pada Rabu (27/5) yang bertepatan dengan Iduladha, korban masih bisa berjalan, namun kondisinya terus menurun.

“Pada tanggal 28 sudah tidak bisa beraktivitas, sudah lemah sekali. Tanggal 30 sekitar pukul 19.00 korban meninggal,” kata Edison.

Kasus Terungkap Setelah Kecurigaan RT dan RW

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah laporan awal menyebut korban meninggal karena sakit dan terpeleset.

“Pemilik rumah datang lalu melapor bahwa pembantunya meninggal karena sakit, terpeleset jatuh,” ujar Edison.

Namun pihak RT dan RW mencurigai kondisi jenazah yang menunjukkan luka melepuh.

“Pihak RT/RW curiga, difoto, ternyata kondisi jenazah ada tanda-tanda mencurigakan, ada bekas kekerasan,” kata Edison.

Foto tersebut dikirim ke Babinsa dan diteruskan ke kepolisian yang langsung mendatangi rumah sakit saat jenazah sudah dikafani.

“Sampai di rumah sakit, jenazah sudah dikafani. Saya perintahkan untuk dibuka. Begitu dibuka, betul ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, salah satu saksi mengakui adanya pengeroyokan.

“Akhirnya dia menangis, mengakui bahwa betul dia bertiga dengan temannya melakukan perundungan terhadap korban,” kata Edison.

(AKM/NID/RAD)

Trending