Connect with us

Lifestyle

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas? Ini Penjelasannya!

Kapan waktu terbaik membeli emas? Simak faktor yang memengaruhi harga emas, strategi DCA, serta tips investasi emas jangka panjang agar lebih optimal.

Logompn

Published

on

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas Ini Penjelasannya!
Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas Ini Penjelasannya! Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Juni 2026 - Waktu terbaik untuk membeli emas adalah saat Anda memiliki dana lebih yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagai instrumen investasi jangka panjang sekaligus aset pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, emas dapat dibeli dengan nominal yang terjangkau.

Saat ini, masyarakat dapat berinvestasi emas melalui layanan Tabungan Emas Pegadaian atau emas batangan Antam, mulai dari 0,01 gram.

Strategi pembelian bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) memungkinkan pembelian rutin dengan nominal sama, sehingga risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan.

Dengan pendekatan ini, membeli emas menjadi lebih terarah dan sesuai kemampuan finansial, tanpa harus terlalu mengkhawatirkan naik-turunnya harga dalam jangka pendek.

Faktor yang Memengaruhi Pergerakan Harga Emas

Harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

Inflasi yang tinggi atau suku bunga rendah cenderung mendorong kenaikan harga emas karena investor mencari aset pelindung nilai.

Nilai tukar dolar AS memiliki korelasi terbalik dengan harga emas global, sedangkan fluktuasi rupiah terhadap dolar memengaruhi harga emas di dalam negeri.

Selain itu, kebijakan bank sentral, ketersediaan pasokan, permintaan industri perhiasan, dan kondisi geopolitik turut menentukan pergerakan harga emas.

Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Pegadaian, fluktuasi harga emas membuat sebagian investor ragu menentukan waktu pembelian.

Saat harga turun setelah mencapai titik tertentu, kondisi tersebut sering dimanfaatkan sebagai peluang membeli pada harga yang relatif lebih rendah.

Namun, menunggu harga berada di titik paling rendah bukan hal yang mudah karena perubahan dapat terjadi tanpa sinyal yang jelas.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Ambruk Rp29.000 per Gram!

Di sisi lain, membeli emas saat harga naik tidak selalu berarti keputusan yang keliru.

Kenaikan harga biasanya terjadi ketika inflasi meningkat atau kondisi ekonomi global tidak stabil.

Dalam situasi tersebut, permintaan emas cenderung tetap tinggi dan berpotensi mendorong harga terus bergerak naik.

Untuk mengurangi risiko akibat fluktuasi, strategi DCA kerap direkomendasikan.

Cara ini dilakukan dengan membeli emas secara rutin, misalnya setiap bulan, dalam nominal yang sama.

Saat harga tinggi, jumlah emas yang diperoleh lebih sedikit.

Sebaliknya, ketika harga turun, jumlah emas yang didapatkan lebih banyak.

Dalam jangka panjang, harga beli menjadi lebih seimbang karena dirata-rata dari berbagai kondisi pasar.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending