Connect with us

Internasional

Donald Trump Sebut PM Inggris akan Mengundurkan Diri dari Jabatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan mengundurkan diri dari jabatannya.

Logompn

Published

on

Donald Trump Sebut PM Inggris akan Mengundurkan Diri dari Jabatannya
Donald Trump Sebut PM Inggris akan Mengundurkan Diri dari Jabatan. Gambar: Reuters/Elizabeth Frantz

MPN Indonesia 22 Juni 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan mengundurkan diri dari jabatannya.

Pernyataan ini muncul saat masa depan kepemimpinan Keir Starmer menjadi sorotan, dengan laporan media yang menyebutkan kemungkinan pengumuman pengunduran diri dalam waktu dekat.

“Keir Starmer akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris. Dia gagal total dalam dua hal yang sangat penting—imigrasi dan energi (buka ekspor minyak laut utara!). Saya mendoakan yang terbaik untuknya!” kata Donald Trump pada Minggu (21/6), dikutip MPN Indonesia dari The Hill.

Laporan BBC pada hari yang sama menyebutkan adanya sinyal bahwa Keir Starmer dapat mengumumkan rencana pengunduran dirinya paling cepat pada Senin.

Tekanan Politik

Situasi politik yang dihadapi Keir Starmer semakin kompleks dengan adanya potensi tantangan dari sesama anggota Partai Buruh, termasuk Andy Burnham.

Selain itu, sejumlah anggota partai juga mengisyaratkan bahwa Keir Starmer sebaiknya mundur dari jabatannya, meskipun ia sebelumnya telah berjanji untuk tetap memimpin.

Penurunan popularitas menjadi salah satu faktor yang memperkuat tekanan terhadap Keir Starmer.

Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi ekonomi Inggris yang mengalami kesulitan turut memengaruhi tingkat dukungan publik.

Dikutip MPN Indonesia dari AP, jika benar mengundurkan diri, Keir Starmer akan mengikuti jejak lima PM Inggris lainnya yang meninggalkan jabatan dalam satu dekade terakhir.

Hubungan Keir Starmer dan Donald Trump

Hubungan antara Donald Trump dan Keir Starmer telah lama diwarnai perbedaan. Ketegangan ini terlihat dalam berbagai pernyataan publik yang menunjukkan perbedaan pandangan.

Keir Starmer sempat berupaya menjaga hubungan dengan Donald Trump, terutama setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Baca Juga:  Dulu Paling Kuat, Kini Paspor AS Setara Malaysia dalam Daftar Global

Menurut laporan BBC, upaya tersebut termasuk memberikan kunjungan kenegaraan kedua kepada Trump, menjadikannya satu-satunya presiden yang menerima dua kunjungan kenegaraan dari Inggris.

Perbedaan kebijakan antara kedua negara, termasuk terkait perdagangan, tarif, pengakuan negara Palestina, dan masa depan Greenland, sebelumnya ditangani hati-hati untuk menghindari konflik. Namun, situasi berubah ketika konflik dengan Iran meningkat.

Pada bulan Januari, bahkan sebelum konflik bersenjata terjadi, Donald Trump mengkritik keputusan Keir Starmer terkait penyerahan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai “tindakan kelemahan total” karena berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan bahwa kedua pemimpin tidak melakukan komunikasi selama akhir pekan.

Ini menunjukkan bahwa pernyataan Donald Trump mengenai pengunduran diri Keir Starmer kemungkinan merupakan spekulasi.

(ADN/NID/RAD)

Trending