Internasional
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Gedung Putih, Ini yang Dibahas
Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Gedung Putih membahas perdagangan, Taiwan, kecerdasan buatan, Iran, dan hubungan bilateral AS-China.
MPN Indonesia 27 September 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan di Gedung Putih, Washington, pada Kamis (24/9).
Pertemuan tersebut membahas perdagangan, konflik internasional, Taiwan, kecerdasan buatan (AI), hingga hubungan bilateral kedua negara.
Kunjungan kenegaraan itu juga diisi jamuan makan malam dan pertukaran hadiah sebagai bagian dari politik internasional.
“Kita harus memperkuat komunikasi. China dan Amerika Serikat berbeda dalam kondisi nasional, tetapi melalui dialog yang jujur, mendalam, dan berkelanjutan, kedua negara kita dapat saling memahami dengan lebih baik, mencari titik temu sambil mengesampingkan perbedaan, dan membangun saling percaya,” ujar Xi Jinping, dikutip MPN Indonesia dari The Daily Star, Minggu (27/9).
Pertemuan tersebut berlangsung pada hari kedua kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke Amerika Serikat.
Agenda pembicaraan difokuskan pada berbagai isu strategis yang memengaruhi hubungan kedua negara di tengah perbedaan kepentingan.
Donald Trump dan Xi Jinping Bahas Hubungan Bilateral
Xi Jinping menyatakan China dan Amerika Serikat perlu memperkuat komunikasi untuk membangun saling pengertian dan mengelola perbedaan melalui dialog.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan damai antara kedua negara.
Xi turut menyinggung pertemuannya dengan Donald Trump di Beijing pada Mei lalu.
Ia mempertanyakan langkah yang akan ditempuh kedua negara untuk menghindari krisis berkepanjangan.
Sementara itu, Donald Trump menyambut Xi Jinping dengan menyebut kunjungan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
“Presiden Xi dan Ibu Peng tiba pada momen penting bagi Amerika, yaitu peringatan 250 tahun berdirinya negara kami,” ujar Donald Trump.
Trump juga menyampaikan hubungan pribadinya dengan Xi Jinping telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Presiden Xi dan saya telah mencapai kemajuan pesat dalam berbagai isu yang dihadapi kedua negara kita,” ujarnya.
Ia menambahkan tim kedua negara telah berupaya mendorong hubungan perdagangan yang lebih seimbang, termasuk membuka akses pasar baru bagi petani dan peternak Amerika Serikat.
Xi kemudian menegaskan hubungan pribadinya dengan Trump tetap terjalin melalui komunikasi yang berkelanjutan.
“Presiden Trump dan saya saling menghormati. Kami telah membangun hubungan pribadi yang baik dan terus menjalin komunikasi,” ujar Xi.
Politik Internasional jadi Fokus Pembahasan
Selain hubungan bilateral, pembahasan juga mencakup sejumlah isu dalam politik internasional yang melibatkan kepentingan kedua negara.
Xi Jinping menyampaikan kedua negara perlu menghindari apa yang disebut sebagai “Jebakan Thucydides”, yaitu risiko konflik antara negara yang sedang bangkit dengan kekuatan yang telah mapan.
Xi menambahkan persaingan antara kedua negara perlu berlangsung secara sehat dan tetap berada dalam batas yang wajar.
Dalam pembahasan mengenai Iran, tidak dilaporkan adanya kesepakatan baru. Xi menyatakan dukungannya agar Amerika Serikat dan Iran kembali menuju kesepakatan sementara.
Isu Taiwan juga menjadi bagian pembicaraan. Menurut laporan kantor berita Xinhua, Xi meminta Donald Trump tetap menentang kemerdekaan Taiwan dan menangani persoalan tersebut secara bijaksana. Gedung Putih belum merilis ringkasan resmi mengenai pembahasan isu tersebut.
Jamuan Makan Malam dan Pertukaran Hadiah
Setelah pembicaraan resmi, Donald Trump dan Xi Jinping menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih.
Dalam kesempatan itu, Trump memberikan patung burung elang botak kepada Xi Jinping.
“Semangat Amerika yang bebas dan membubung tinggi,” ujar Trump.
Trump mengatakan dirinya bersama Melania Trump ikut merancang patung tersebut.
Sebagai balasan, Xi Jinping mengumumkan pemberian dua ekor panda China kepada Kebun Binatang Atlanta.
“Panda raksasa telah menjadi duta persahabatan antara rakyat Tiongkok dan Amerika,” ujarnya.
Xi juga mengumumkan program pertukaran pelajar yang akan membawa 100.000 pelajar Amerika Serikat belajar di China selama lima tahun.
“Dalam beberapa hari mendatang, dua ekor panda—Ping Ping dan Fu Shuang—akan tiba di rumah baru mereka di Kebun Binatang Atlanta dan bertemu dengan masyarakat Amerika,” ujar Xi.
Pembahasan AI Belum Menghasilkan Terobosan
Selain perdagangan dan keamanan, kecerdasan buatan turut menjadi agenda pembicaraan kedua pemimpin.
Xi Jinping menyatakan Amerika Serikat dan China memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan serta mengelola AI dan memastikan pengembangannya tetap berada di bawah kendali manusia.
Meskipun demikian, tidak ada pengumuman mengenai pembentukan kerja sama teknis atau kesepakatan baru di bidang AI.
Kebijakan yang diumumkan dalam kunjungan tersebut adalah perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama dua bulan.
Kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
